Angkasa Pura Beri Toleransi Tertentu Urus Tiket di Bandara

PT Angkasa Pura II Palembang masih memberikan toleraansi kepada airline tertentu untuk urusan tiket di bandara SMB II Palembang.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Konter Customer Service Lion Air salah satu konter yang masih melayani tiket di Bandara Internasional SMB II Palembang, Senin (1/6/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski telah ditetapkan per 1 Juni tidak diperkenankan lagi penjualan tiket cash, PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang nampaknya masih memberikan toleransi.

"Tiket sesuai instruksi Menhub per 1 Juni penjualan tiket tidak lagi dengan cash. Tapi silahkan melalui online. Diharapkan mereka komit juga. Tinggal koordinasi penumpang dengan airline. Merubah tidak cash. Kita menunggu mereka nyiapkan perangkat. Belum monitor. Masih koordinasikan. Harapan ke depan kita coba monitor," ungkap GM PTAP2 Palembang Iskandar Hamid SSIT, Senin (1/6/2015).

Iskandar mengaku pihaknya belum mengontrol apakah masih ada penjualan tiket terjadi di SMB II.

"Diharapkan ini sudah jalan. Fasilitas di terminal sekarang ini menjadi Customer service centre. Kendala kenapa masih ada yang beli di bandara, kilita membantu mendapatkan tiket. Harapan ke depan bisa tidak ada lagi. Kalau sekarang masih mesosialisasikan.

Menurut Iskandar pembelian tiket di bandara sebenarnya terbilang sedikit. Itu pun lantaran kondisi darurat.

"Karena calon penumpang itu jauh belum sempat beli E-tiket. Kalau angka pasti sejak maret hingga sekarang penurunannya belum ada angka pasti," ujar Iskandar.

Dari pantauan di terminal bandara, setidaknya di konter Garuda maupun Lion Air masih ada layanan. Hanya saja saat wartawan menanyakan, calon penumpang mengatakan dirinya bukan mau beli tiket.

"Saya hanya mau tukar tiket," katanya.

Area Manager Lion Air Rinus Zebua maupun Station Manager Lion Air SMB II Palembang Gilbert Lawalata mengatakan hanya tertentu yang dilayani.

"Kita masih melayani. Tapi hanya khusus pax yang tiketnya sudah terlambat. Sisanya tidak boleh dijual," kata Rinus.

Gilbert Lawalata mengatakan hingga kini belum ada pertemuan lebih lanjut antara airline dengan PTAP2 terkait tiket ini.

"Arahan Pak GM, penumpang masih dibantu. Dengan pertimbangan nggak semua calon penumpanf itu bisa melalui E-Tiket, tidaj semua memiliki kartu kredit, debit. Nah ini kita konfirm dulu. Memang tadinya arahannya terakhir masih bisa melayani 1 Juni ini. Namun kita belum ada lagi jadwal meeting dari AP," kata Gilbert.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved