'Menanti Maut', Buku Terakhir H Marthias Dusky Pandoe, Diluncurkan
Peluncuran buku yang dibuka oleh Gubernur Sumbar Prof Dr Irwan Prayitno, diselenggarakan di Pangeran Beach Hotel, Padang, Sabtu (9/5/2015).
Penulis: Theresia | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PADANG - Tepat setahun wafatnya H Mathias Dusky Pandoe, mantan Pemred Sriwijaya Post dan wartawan senior Kompas, atas prakarsa Ketua PWI Sumbar, keluarga dan PWI Sumbar meluncurkan buku terakhir karya H Mathias Dusky Pandoe, berjudul "Menanti Maut".
Peluncuran buku yang dibuka oleh Gubernur Sumbar Prof Dr Irwan Prayitno, diselenggarakan di Pangeran Beach Hotel, Padang, Sabtu (9/5/2015).
Zola Pandoe, putera Alm H Mathias Dusky Pandoe, yang mewakili keluarga dalam kata sambutannya menyatakan buku "Menanti Maut" ini merupakan buku terakhir yang semula direncanakan almarhum untuk diterbitkan tepat pada usia 85 tahun, 10 Mei 2015.
Namun, apa daya, sehari menjelang ulang tahun ke-84 ajal menjemput H Pandoe, 9 Mei 2014 karena sakit.
Sebelum wafat, almarhum sempat mewasiatkan kepada anak-anaknya draf buku yang ditulisnya.
Akhirnya, putera H Pandoe, Yudha Pandu menyelesaikan editing buku yang sebagian merupakan antologi kumpulan karya jurnalistik Almarhum, pada bukan April.
Kemudian atas prakarsa Ketua PWI Sumbar, Basri Basyar, buku ini pun diluncurkan bertepatan setahun meninggalnya almarhum sekaligus dalam rangka Hari Pers Nasional Sumatera Barat.
Sebelum "Menanti Maut", H Pandoe kelahiran Lawang, Matur, Sumbar, yang telah bekerja sebagai wartawan di Harian Kompas di tahun 1970, ini juga menulis buku "Aa Nan Takana (2001)" dan "Jernih Melihat, Cermat Mencatat (2010)".
Peluncuran buku ditandai juga pemberian buku kepada Gubernur Sumbar, Wagub Sumbar, tokoh masyarakat dan insan pers oleh istri H Pandoe, Hj Hasnah Zuraida Hanum.
Hadir dalam acara ini selain Gubernur Sumbar, juga Wakil Gubernur Sumbar, Wakil Ketua DPRD Sumbar, tokoh masyarakat Sumbar dan insan pers Sumbar.