"Bebaskan Kami dari Perbudakan"
Persoalan mengenai kesejahrateraan buruh di Sumsel, menurut koordinator gerakan 1 Mei, Avir, sudah sangat memperihatinkan.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Persoalan mengenai kesejahrateraan buruh di Sumsel, menurut koordinator gerakan 1 Mei, Avir, sudah sangat memperihatinkan.
Para pekerja kasar dipekerjakan tak ubahnya seperti seorang budak.
Jam kerja yang melebihi batas waktu, jaminan kesehatan tidak berjalan optimal, hingga upah yang jauh dari kata layak diberikan oleh perusahaan terhadap para pekerjanya.
“Bebaskan kami dari perbudakan,” tegas Avir saat berkunjung ke Mabes Sripo di Gedung Graha Tribun Jl Alamsyah Ratu Prawira Negara Palembang, Senin (27/4/2015).
Dalam rangka memperingati hari buruh atau MayDay Jumat (1/4/2015) nanti, pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka.
Pada aksinya itu, Avir menyebut ada sekitar 250 orang buruh dari berbagai perusahaan dan pekerja lainnya akan turut serta di aksi solidaritas tersebut.
Selain akan turun berorasi mengenai tuntutan, para buruh juga akan menggelar teatrikal seperti Pocong, Keranda Mayat dan melakukan konvoi keliling kota Palembang.
“Bisa jadi buruh yang akan ikut demo lebih dari 250 orang,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/aliansi-gerakan-1-mei-berkunjung-ke-mabes-sripo-senin-2742015_20150427_162339.jpg)