Tanam Benang dapat Kencangkan Kulit Wajah
Prosedurnya juga harus dilakukan di ruang khusus bedah dan proses pemulihannya cukup lama.
SRIPOKU.COM - Bertambahnya usia membuat kulit kehilangan jaringan lemak dan kolagen di sekitar wajah, khususnya di daerah pipi, sehingga membuat kulit menjadi lebih melorot dan kendur.
Threadlift atau tanam benang menjadi salah satu pilihan yang popular saat ini. Menakutkan?
Dulu mungkin iya karena pada awal kemunculannya, metode ini hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli bedah dengan menggunakan benang yang biasa dipakai untuk pembedahan dan tidak bisa diserap tubuh.
Prosedurnya juga harus dilakukan di ruang khusus bedah dan proses pemulihannya cukup lama.
Tetapi dengan teknologi terkini, prosedur tanam benang untuk mengencangkan wajah menjadi semakin praktis.
Dokter kulit yang sudah terlatih bisa melakukan tanam benang hanya di ruang prakteknya dengan menggunakan anestesi lokal.
Benang yang digunakan juga bisa diserap tubuh dan bisa merangsang kolagen untuk mengencangkan dan mengenyalkan tekstur kulit. Waktu pemulihannya juga hanya dua sampai tiga hari, tergantung kondisi kulit.
Diserap Tubuh
Tanam benang adalah prosedur pengencangan wajah secara non-bedah, dengan menanamkan benang khusus pada wajah tanpa memerlukan sayatan besar yang berarti. Menurut dr. Luciana Hendrawan dari Beautyme Aesthetic Clinic, Bandung, jenis benang yang digunakan adalah benang halus polydioxanone (PDO) yang biasa digunakan dalam operasi jantung dan ligament . Benang ini dimasukkan di bawah kulit untuk merangsang jaringan kulit.
Dengan penanaman benang ini diharapkan jaringan kulit membuat fibroblas jaringan baru dan kolagen yang menghasilkan efek kencang dari dalam ke luar, sehingga efek lifting dapat dirasakan.
“Benang yang digunakan dapat diserap oleh tubuh dan tidak mempunyai efek samping yang membahayakan jika dilakukan oleh dokter yang sudah terlatih. Hanya akan terlihat lebam biru yang akan hilang dalam beberapa hari.”
Menurut dr. Yuliana Tjuadari Med Spa Clinic, Jakarta. Ada dua jenis benang PDO yang biasa digunakan dalam proses tanam benang, yakni benang polos dan benang bergerigi. Benang bergerigi memiliki permukaan yang sedikit kasar dan berfungsi menarik kulit yang kendur menjadi kencang kembali dan dapat bertahan delapan hingga 12 bulan di dalam lapisan kulit.
Sedangkan untuk benang polos, memiliki permukaan yang sama dengan benang pada umumnya. Benang ini ditanam di bawah lapisan kulit untuk merangsang pembentukan kolagen. Bisa juga digabungkan antara benang bergerigi dan benang polos. Tergantung hasil yang diinginkan dan kondisi wajah.
Setelah melakukan tanam benang untuk mengencangkan wajah , biasanya dokter akan memberikan krim atau obat antibiotik untuk membantu proses pemulihan. Jenisnya ada antibiotik topikal, antibiotik yang diminum pada kasus tertentu, dan obat penahan sakit (analgetik). Sehabis melakukan tanam benang, sebaiknya menghindari aktivitas yang berlebihan dan kontrol ke dokter selama dua minggu dan dua bulan setelah tindakan.
Luciana juga mengatakan sebaiknya tidur dalam keadaan wajah lurus ke depan dan tidak miring, membersihkan wajah dari arah bawah ke atas dan hindari memijat wajah selama dua minggu.
“Sementara tidak melakukan prosedur radiofrekuensi dan laser selama dua bulan. Lalu setelah tiga bulan dapat dilakukantouch up untuk meningkatkan efektivitas benang,” tambah Yuliana. (Lala Amalia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wajah-wanita-canti_20150420_110839.jpg)