Membentuk Otot Secara Maksimal dengan Teknologi EMS

Bagi yang tidak punya banyak waktu melakukan latihan, metode ini bisa dipilih karena latihan dilakukan selama 20 menit, tidak boleh lebih.

Editor: Sudarwan
Dok 20 Fit
EMS (Electro Muscular Stimulation) 

SRIPOKU.COM - Mendapatkan berat badan ideal adalah idaman setiap orang terutama wanita. Namun, semua itu tidak akan tercapai tanpa adanya kemauan dan disiplin yang tinggi. Salah satunya melakukan olahraga yang saat ini sedang tren, yaitu dengan teknologi EMS (Electro Muscular Stimulation).

Sejauh mana EMS bekerja efektif? Beberapa studi yang dilakukan di Universitas Bayreuth (2002-2003), Erlangen-Nurnberg (2009), German Sporthochschule Kolm (2008), dan klinik di Bad Oeynhausen (2010) telah menunjukkan tingginya efektivitas dari latihan EMS.

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari latihan ini. EMS mampu membentuk otot secara maksimal, meningkatkan kecepatan, reaksi dan gerakan dinamis dari pengguna, serta mengurangi sakit punggung tanpa menaruh beban kepada persendian. Lalu, seperti apa EMS itu?

Hanya 20 Menit
Menurut M Kris Wahyudi, Marketing Manager dari 20fit, EMS adalah latihan yang mencakupi seluruh tubuh menggunakan impuls arus.

“Setiap harinya sistem pusat saraf mengirim impuls elektrik untuk mengontrol pergerakan otot. Nah, metode EMS menggunakan mediator vest dimana otot-otot langsung dilatih atau diimpuls,” ungkapnya.

Bagi yang tidak punya banyak waktu melakukan latihan, metode ini bisa dipilih karena latihan dilakukan selama 20 menit, tidak boleh lebih.

“Karena 20 menit itu sudah setara seperti latihan beban konvensional selama 3-4 jam. Jika di gym memakan waktu lebih lama, dibutuhkan paling tidak latihan 3 kali dalam seminggu atau total 6 jam setiap minggunya.”

Dengan metode EMS hanya membutuhkan minimal 2 kali selama 20 menit setiap minggunya. “Hasilnya sama dengan latihan konvensional di gym pada umumnya,” jelas Kris.

Tak sulit melakukan latihan ini, tinggal datang ke tempat latihan dan semua sudah disiapkan trainer.

“Lalu, peserta memakai baju undergarment semacam kaus dan celana pendek, lalu dipakaikan rompi atau vest yang dipasang di dada, perut, punggung atas atau bawah, dan tangan, paha, serta bokong.”

Jika ditanya seperti apa rasanya, ibaratnya terapi akupuntur seperti ditusuk-tusuk.

“Tapi, alat ini didesain sedemikian rupa dengan kondisi sekarang menghasilkan mihabodytec. Alatnya tidak berbahaya dan dirancang sangat sedikit kemungkinan mengalami cedera. Karena latihan dilakukan benar-benar langsung di ototnya.”

Bila latihan dilakukan di gym, misalnya, salah memegang barbel tangan bisa keseleo.

“Tapi alat ini langsung dipasang di tangan, tidak ada kemungkinan cedera karena diimpuls di tangan saja. Tangannya sendiri kosong tidak memegang apa-apa.” (Noverita K. Waldan)

Sumber: Nova
Tags
otot
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved