Menhub Tambah 80 KM Rel Kereta Api Tj Enim-TAA
Penambahan panjang rel kereta api yang akan mengangkut hasil alam dan penumpang itu disesuaikan dengan kebutuhan moda transportasi nantinya.
Penulis: Deryardli | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -– Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignasius Jonan mengungkapan, proyek rencana pembangunan rel kereta api jalur tunggal (double track) dari Tanjung Enim-Tanjung Api Api (TAA) masih berlanjut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebutnya, menargetkan pembangunan dimulai tahun ini juga.
Selain menargetkan awal pengerjaan, Jonan berencana menambah panjang jalur yang semula sejauh 375 kilometer. Penambahan panjang rel kereta api yang akan mengangkut hasil alam dan penumpang itu disesuaikan dengan kebutuhan moda transportasi nantinya.
“Kereta api akan banyak sekali di Sumsel. Kami bangun double track sebanyak yang kita bisa, mungkin perlu tambahan 60-80 kilometer lagi,” ujar Jonan usai bertemu Alex Noerdin di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Jumat (17/4/2015).
Ia menegaskan, Pemerintah Pusat memprioritaskan pembangunan rel kereta api di Sumsel. Tak hanya double track tapi rencana Trans Sumatera Sumsel-Jambi. Ia meminta Alex Noerdin turut membantu persiapan agar bisa direalisasikan tahun ini juga.
“Kereta Api Trans Sumatera harus tahun ini juga. Saya sudah bilang ke pak Alex agar bantu urus perizinain seperti Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), jadi bisa langsung cepat dikerjakan,” terangnya.
Selain itu pembangunan Light Rail Transit (LRT), atau yang sering disebut dengan Trem. Proyek milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang sempat direncanakan dibangun di DKI Jakarta namun ditolak Basuki Tjahja Poernama atau Ahok itu, akan dibangun dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menuju Jakabaring Sport City (JSC).
“Bakal ada rencana begitu, sekalian memperluas Stasiun Kertapati,” ucap Jonan. Seperti diketahui, PT KAI mendapat dana tambahan sebesar Rp 7 triliun dari Kemenhub untuk membangun LRT di DKI Jakarta. Namun justru proyek itu ditolak oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok.
Dari data yang dikumpulkan Sripoku.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah mengusulkan LRT dipindahkan ke Kota Palembang, sebagai ibukota Sumsel yang membutuhkan moda transportasi umum untuk memecah kemacetan. Bila KAI setuju, trem bisa selesai pada tahun 2017 atau sebelum pelaksanaan Asian Games tahun 2018.
Rencana perbaiki Stasiun Kertapati pun bakal terealisasi tahun ini. Setelah Tim Spesifik Komisi VI DPR RI mendatangi Kota Palembang di pertengahan Februari 2015, kini Jonan pun memastikan stasiun yang menghubungkan rel kereta api ke Stadiun Tanjung Karang di Lampung menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun PT KAI.
Sedangkan double track yang akan melintasi lima kabupaten yakni Muara Enim, Lahat, Musi Rawas (Mura), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin, tinggal menunggu beberapa persyaratan tambahan dari Kemenhub untuk memulai tahapan tender.
Enam stasiun besar akan dibangun di beberapa daerah. Tujuannya untuk keseimbangan daerah di Sumsel, antara kawasan Barat dengan Timur. Makanya lintasan kereta api dan stasiun itu nantinya berada daerah yang belum atau sedang berkembang.
Rencana pembangunan rel kereta api juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan produksi di beberapa daerah. Misalnya batubara, padi atau kedelai. Lewat kereta api diharapkan pemindahan barang dilakukan dengan cepat.
Pemprov Sumsel telah menunjuk PT Mega Guna Ganda Semesta (MGGS) sebagai calon pemrakarsa pembangunan rel kereta apiTj Enim- TAA. Proyek rel yang berujung di pelabuhan TAA akan dibangun dengan perkiraan dana mencapai USD 3,4 miliar atau Rp34,216 triliun.
MGGS bersama dua perusahaan lain asal negeri Tiongkok, China CNR Corporation Limited dan The Third Railway Survey and Design Institute Group Corporation (TSDI), akan membentuk konsorsium membangun dan membiayai rel kereta batubara.