Pedagang Mikol Tobat Sejak Dua Bulan

Benar saja, saat diperiksa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Kamis (16/4), tak satupun minuman Golongan A.

Pedagang Mikol Tobat Sejak Dua Bulan
SRIPOKU.COM/ZAINI
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Selatan Permana, memeriksa kadar alkohol salah satu minuman yang disimpang pedagang di gundang Ruko, ketika dilakukan razia minuman beralkohol di Jalan May Salim Batubara Sekip Palembang, Kamis (16/4/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -– Para pemilik toko dan warung beberapa tempat di Kota Palembang mengaku sudah berhenti menjual minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (mikol). Mereka setop menjual minuman itu setelah Menteri Perdaganga (Mendag) RI, Rachmat Gobel mengeluarkan larangan sejak bulan Februari 2015.

Niko, pemilik Toko Niko di Jalan Mayor Salim Batubara Palembang mengatakan, dirinya sudah tak lagi menjual miras atau mikol. Benar saja, saat diperiksa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Kamis (16/4), tak satupun minuman Golongan A atau berkadar di atas lima persen.

“Sudah tak jualan lagi pak. Sudah tobat dua bulan lalu, kan dilarang pemerintah. Kalau minuman lain yang tak beralkohol masih ada, tapi merk sama,” ujar Miko kepada Sripoku.com kemarin. Toko Niko jadi salah satu tempat yang digeledah oleh Disperindag Sumsel. Sebelumnya, pemerintah mendatangi beberapa tempat di Jalan Puncak Sekuning Palembang.

Setidaknya empat toko yang dimasuki oleh Kepala Disperindag Sumsel, Permana. Namun hasilnya sama, tak ada mikol dan miras yang ditemukan baik di teras toko atau gudang. Ia memeriksa setiap sudut toko, membuka kardus dan melakukan penyelisikan.

“Sukurlah tak ada toko yang menjual mikol atau miras yang sudah dilarang petugas. Artinya mereka sudah tahu dan sadar. Sosialisasi Permendag nomor 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol berjalan lancar,” ucapnya.

Menurut Permana, seluruh ritel atau minimarket hingga pengencer sudah diberitahu oleh pemerintah agar menarik seluruh minumal beralkohol. Larangan itu pun berlaku mulai 16 April 2015 di seluruh wilayah Indonesia, setelah diberi toleransi sebagai sosialiasi beberapa bulan lalu.

Selain toko-toko di Jalan Puncak Sekuning Palembang, Disperindag Sumsel juga mendatangi mini market di Jalan POM IX seperti Alfamart dan Indomaret. Dua merek waralaba terkenal yang sebelumnya bebas menjual minumal Golongan A itu, kini sudah tak bisa lagi ditemukan. Baik di lemari pendingin maupung gudang.

“Jika setelah ini masih ditemukan toko atau mini market yang menjual minuman beralkohol, pemerintah akan bersikap tegas. Kami tak lagi melayangkan surat peringatan, tapi langsung mencabut izin usaha,” tegasnya.

Penulis: Deryardli
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved