Pekerja Jaringan Gas Kota di Prabumulih Tuntut Pembayaran Gaji

Unjuk rasa ratusan pekerja disebabkan upah selama tiga bulan mengerjakan pemasangan jaringan gas kota tidak dibayar.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Upah bekerja tak kunjung dibayar, ratusan buruh bangunan yang mengerjakan pemasangan jaringan gas kota melakukan aksi mogok kerja dan unjuk rasa di depan kantor PT Promits perwakilan Prabumulih tepatnya di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Kamis (16/4/2015).

Unjuk rasa ratusan pekerja bangunan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah tersebut, disebabkan upah selama tiga bulan mengerjakan pemasangan jaringan gas kota tidak dibayar pihak perusahaan PT David.

Dalam aksi yang dilakukan itu, ratusan pekerja meminta PT David sekaligus pihak ketiga dari PT Promits membayar upah para pekerja selama tiga bulan yang tak kunjung diberikan. Tidak hanya itu, para pekerja juga meminta dipulangkan ke kota asal mereka Brebes setelah gaji dibayar, disebabkan tidak mau lagi dipekerjakan karena upah selalu macet.

"Kami menggelar aksi karena upah kami tak kunjung dibayar, sudah tiga bulan kami bekerja menggali dan memasang jarngan gas kota tapi gaji tak juga dibayarkan. Padahal dulu sesuai perjanjian, kami akan dibayar setiap dua minggu sekali," ungkap Anang, satu diantara pekerja yang diwawancarai disela-sela unjukrasa.

Anang mengatakan, dalam perjanjian pihaknya akan dibayar dengan sistem pengupahan borongan, adapun rincian untuk penggalian dan pemasangan jaringan pipa gas ukuran 4 inchi sebesar Rp 40 ribu permeter, pipa ukuran 3 inchi dan yang kecil upahnya Rp 20 ribu dan Rp14 ribu per meter.

"Rata-rata upah setiap pekerja yang belum dibayar diatas Rp 5 juta rupiah tiap pekerja dan bahkan ada yang mencapai lebih selama tiga bulan itu, kita terus dijanjikan namun sampai saat ini tak kunjung dibayarkan," keluhnya.

Hal senada disampaikan Dartam, pekerja galian jaringan gas kota lainnya yang diwawancarai. Dartam mengatakan, pihaknya sudah menunggu dengan melakukan aksi mogok kerja selama 10 hari terakhir, akibat upah borongan galian jaringan gas kota tak dibayar perusahaan PT David itu.

"Selama 10 hari ini kita mogok kerja, bagaimana untuk mengirim anak di Jawa untuk membeli rokok dan makanan di Prabumulih saja tidak bisa. Kami akan terus mogok dan demo jika ini tidak ada penyelesaian, kami ingin berhenti dan tidak lagi mau bekerja karena kami kecewa," bebernya disambut teriakan setuju dari kawan-kawannya.

Sementara, Koordinator Lapangan PT Promits, Ayik mengatakan, tidak benar pihaknya menyerahkan pengerjaan proyek pemasangan jaringan gas kota ke PT David tetapi pihaknya menunjuk koordinator untuk pengerjaan tersebut.

"Jadi pembangunan jaringan gas kota itu kita yang kerjakan, namun kita menunjuk koordinator atau mandor lapangan untuk mencari pekerja dan membayar upah para pekerja. Perusahaan kita sendiri telah memberikan uang sebesar Rp 800 juta ke koordinator tersebut, kita tidak tahu kalau begini jadinya," ungkapnya.

Ayik menuturkan, terkait tuntutan ratusan buruh tersebut pihaknya akan mengklarifikasi dan meminta mandor lapangan bertanggungjawab dengan memenuhi apa yang dituntut, sehingga tidak ada masalah kedepannya.

"Kita akan koordinasikan dengan mandor, karena dia harus bertanggungjawab. Tidak ada istilah PT David, adanya penunjukan mandor untuk mengurus permasalahan gaji dan para pekerja," tegasnya.

Terpisah, Direktur Perusahaan Daerah Petro Prabu, H Azhari H Harun ketika dikonfirmasi tekait persoalan itu mengatakan, pihaknya baru mengetahui persoalan itu dan akan mengkoordinasikan ke pihak perusahaan pengerjaan jaringan gas kota.

"Memang itu belum menjadi wewenang kita namun kita selaku perusahaan daerah yang mengelola gas kota, akan mengkoordinaskian persoalan ini. Kita baru mengetahui hal ini," tegasnya.(eds/TS)

Tags
Prabumulih
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved