Pergoki Maling yang Sembunyi di Rumahnya, Idham Tewas Ditikam

Namun tiba-tiba saja datang pelaku yang melompat melalui pagar belakang rumah dan masuk ke dapur.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Jenazah Idham saat dibawa ke rumah duka usai dari Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tidak ada yang menyangka tepat di hari ulang tahunnya yang ke-59 tahun, Idham Basyah harus meregangkan nyawanya dengan cara yang begitu sadis.

Warga Jalan Mitra Haji Km 10 Rt 37/11 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang itu, menghembuskan nafas terakhir setelah ditikam maling yang ia pergoki hendak bersembunyi di rumahnya, Selasa (07/4/2015) sekitar pukul 12.20.

Menurut keterangan anak korban, Deni (28), sebelum kejadian berlangsung, ayah beserta ibunya tengah berada di rumah berdua. Saat itu ayahnya berada di dapur sibuk membenarkan sepeda motor, namun tiba-tiba saja datang pelaku yang melompat melalui pagar belakang rumah dan masuk ke dapur.

"Karena saat itu ada teriakan maling dari warga, jadi ayah langsung mencoba menangamankan pelaku dengan memukulinya. Tapi tidak disangka, pelaku malah langsung mengeluarkan pisau dan menusuk ayah hingga tidak berdaya," jelasnya saat ditemui di rumah duka.

Sedangkan usai kejadian itu, dikatakan Edi, pelaku terus berusaha kabur dengan berlari menuju jalan raya. Namun karena banyak warga yang sudah mengepung, sehingga pelaku pun akhirnya berhasil diamankan tidak jauh dari rumahnya persis di depan Masjid Miftahul Jannah yang kemudian langsung mengamankkannya sebelum akhirnya dibawa ke Polsekta Sukarami Palembang.

Keluarga Idham yang menangis histeris.

"Sebagian warga yang mengetahui ayah terkena tusukan dari pelaku langsung berusaha menyelamatkan ayah dengan membawa ke RS Myria. Namun dalam perjalanan, ayah menghembuskan nafas terakhir lantaran banyak kehilangan darah yang terus keluar dari lukanya. Di RS Myria, tim dokter sempat memompa jatung ayah tapi saat itu memang sudah tidak bernyawa lagi sehingga langsung dibawa ke Instalasi Pemulsaran Jenazah RSMH Palembang," terangnya.

Sebelum kejadian berlangsung, dikatakan Deni, ia tidak ada firasat sama sekali tentang akan kepergian ayahnya yang begitu cepat. Namun kemarin, ia dan keluarga termasuk ayahnya sempat merayakan ulang tahunnya bersama dengan acara makan-makan.

"Kemarin hari ulang tahun saya, sedangkan hari ini adalah hari ulang tahun ayah yang ke 59 tahun tapi kadonya malah seperti ini. Rencananya Alm ayahnya tersebut akan dikebumikan besok di Burai Kabupaten Ogan Ilir (OI)," ungkapnya dengan berusaha tegar.

Sementara itu, menurut keterangan seorang warga, Ohan (60), kejadian itu berawal saat pelaku memasuki warung milik ananknya, Vera yang juga tetangga korban dan mengambil sebuah handphone beserta uang sekitar Rp 800 ribu.

"Anak saya itu sedang pergi mengangkat jemuran tapi saat kembali, melihat pelaku keluar dari warungnya sehingga terus meneriakinya maling," jelasnya.

Mendengar teriakan itu, dikatakan Ohan, warga yang mendengar terus melakukan pengajaran sehingga membuat pelaku ketakutan dan langsung berlari menuju ke rumah korban hingga kejadian tragis tersebut.

"Saat diamankan tadi, pelaku diketahui bernama Amran Bin Ujang warga Jalan HM Masyik Lorong Palapa Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang," terangnya.

Sedangkan dokter Umum Staf Forensik, dr Baringin Sitanggang mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar sesuai yang diminta polisi.

"Dari hasil pemeriksaan, ada dua luka tusuk di dada sebelah kiri dengan kedalaman 14 cm hingga kemungkinan tembus dan mengenai jantung atau paru-paru karena jantung dan paru-paru berdekatan di sana," jelasnya.

Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam Tarmudi melalui Kanit Reskrim, Iptu Heri menjelaskan, saat ini pelaku sudah diamankan. "Pelaku masih kita periksa lebih lanjut," jelasnya singkat.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved