Breaking News:

Teroris Poso

Istri Daeng Koro Kenali Jenazah Suami Berdasarkan Gigi

"Istri Daeng Koro membenarkan itu suaminya, ia yakin berdasarkan tanda-tanda lahir yaitu gigi," kata Idham kepada wartawan melalui sambungan telepon,

Editor: Budi Darmawan
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Kapolda Sulteng Brigadir Jenderal Idham Azis menjelaskan soal penyergapan kelompok teroris di Poso yang berujung pada penembakan Daeng Koro kepada Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Aziz menyatakan, isteri dari gembong teroris Daeng Koro telah membenarkan jenazah pria yang ditembak mati petugas pada Jumat lalu adalah suaminya. Isteri Daeng mengenali jenazah suaminya itu dari tanda lahir yakni giginya.

"Istri Daeng Koro membenarkan itu suaminya, ia yakin berdasarkan tanda-tanda lahir yaitu gigi," kata Idham kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (6/4).

Namun meski telah dibenarkan keluarga, Polri tidak serta merta menjadikanya dasar. Menurut Idham, dibutuhkan tes DNA untuk benar-benar memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Daeng Koro alias Sabar Subagyo. Karena itu identifikasi ilmiah akan tetap dilakukan pada jenazah tersebut.

"Penyidik tetap membutuhkan hasil uji DNA dari laboratorium Disaster Victim Identification (DVI) guna kepentingan tertulis penyidikan dan penyelidikan," ujar Idham

Lebih lanjut, Idham menuturkan Daeng Koro terakhir kali bertemu istrinya pada hari raya Idul Fitri tahun 2014 lalu. Bekas anggota Komando Pasukan Khusus TNI itu terakhir bertemu isterinya di Tamanjeka. "Istrinya yang mendatangi Daeng Koro," kata Idham. Saat ini, lanjut Idham, istri Daeng Koro tengah mengandung delapan bulan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak mati Daeng Koro dalam baku tembak di Pegunungan Pegunungan Sakinah Jaya, Kabupaten Parigi Moutong.

Polisi menyatakan, Daeng Koro merupakan orang nomor dua dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang beranggotakan 20 hingga 30 orang. Petinggi kelompok ini adalah gembong teroris Santoso.

Polri pun telah memasukkan Daeng Koro dan sejumlah rekannya dalam daftar pencarian orang (DPO), terkait serangkaian kasus kekerasan di Sulawesi Tengah

SUMBER ; CNN

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved