Harga Bawang Merah di Pasar Indralaya Tembus Rp 32 Ribu Per Kg
"Cukup kaget dan merasa keberatan. Karena, kenaikan harga sembako secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan," ujar Henny seorang pembeli
Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak (bbm) jenis premium dan solar, harga kebutuhan pokok di pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis (2/4) mulai merangkak naik hingga mencapai 50 persen.
Seperti harga bawang merah yang sebelumnya dijual perkilogramnya senilai Rp 15-18 ribu, kini menjadi Rp 32 ribu perkilogram. Sedangkan, harga cabai merah sebelumnya Rp 15 ribu kini menjadi Rp 24 ribu perkilogram.
"Harga bawang merah dan cabai mengalami kenaikan mencapai 50 persen dari harga semula," ujar seorang pedagang bawang merah di pasar Indralaya, Kamis (2/4) pukul 09.00.
Menurut Kepala Pasar Indralaya Erawati menuturkan naiknya harga sembako di pasaran lantaran, dampak dari kenaikan harga bbm dan faktor alam sehingga mengakibatkan harga komoditi seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan.
"Dalam waktu dekat, kita akan koordinasikan bersama pihak Dinas Pasar Pemkab OI, untuk menggelar pasar murah bagi warga masyarakat Kabupaten OI," ujar Erawati.
Disamping itu, para pembeli merasa cukup keberatan terhadap kenaikan harga sembako. "Cukup kaget dan merasa keberatan. Karena, kenaikan harga sembako secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan," ujar Henny seorang pembeli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pedagang-bawang-merah-di-indralaya.jpg)