Pupu Kini Jadi Penghuni Baru BKSDA
Pupu beruang madu betina ini memiliki tubuh yang gempal dengan bobot sekitar 50 kg dan jika berdiri tegak tingginya sekitar 80 cm.
Penulis: Welly Hadinata | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setelah dua pekan sebelumnya menerima seekor beruang madu, kini seekor lagi beruang madu diserahkan warga secara sukarela ke Kantor Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Palembang Jalan Kol H Barlian KM 7 Palembang, Selasa (31/3/2015).
Beruang madu berjenis kelamin betina yang baru berusia satu tahun dan diberi nama Pupu, saat diserahkan pemiliknya kondisi beruang madu yang memiliki nama latin Helarctos Malayanus ini tampak sehat. Satwa yang dilindungi ini memiliki bulu lebat berwarna hitam pekat dengan ciri khas bulu pada bagian leher berwarna putih dan wajah moncong dikelilingi warna putih.
Pupu beruang madu betina ini memiliki tubuh yang gempal dengan bobot sekitar 50 kg dan jika berdiri tegak tingginya sekitar 80 cm. Tampak juga pada bagian tangan, Pupu memiliki cakar kuku panjang dan tajam yang kegunaannya dalam habitatnya untuk memanjat pohon. "Pemiliknya adalah pak Jajang dari Jakabaring, karena sebagai pencinta satwa dan merasa peduli jadi diserahkan ke BKSDA. Pemiliknya mendapatkan beruang madu ini dari kerabatnya di Ogan Ilir dan baru dipeliharnya dua bulan. Habitat beruang madu in aslinya banyak di kawasan Bukit Barisan," ujar M Andriansyah SH, Kepala BKSDA Resort Kota Palembang.
Andri mengatakan, selain seekor berunga madu, warga yang sama juga menyerahkan satwa lainnya yang juga dilindungi negara. Satwa yang diserahkan yakni seekor burung elang yang memiliki nama latin Ictinaetus Malayensis. Dilihat dari coraknya, burung elang yang diterima BKSDA adalah burung elang jenis kelompok Falconidae yang habitatnya hidup liar di Pulau Sumatera.
"Sementara waktu ini setiap satwa yang diserahkan warga kita pelihara dulu atau dikarantina. Selanjutnya akan kita lihat perkembangnnya, apakah nantinya dikirim ke pusat rehabilitasi atau bisa juga langsung kita akan lepaskan ke habitat aslinya. Pastinya kita lihat dulu perkembangannya pada masa karantina ini sebagai masa transit satwa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/beruang-madu-huni-bksda.jpg)