Pasutri Terjaring Razia Preman saat Bertengkar

Tiba di Ditreskrimum Polda Sumsel, pasutri yang diketahui bernama Adi (21) dan Camelia (19) ini melanjutkan adu mulut.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Sejumlah warga yang terjaring operasi premanisme saat akan didata di Ditreskrimum Polda Sumsel Jumat (27/3/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Unit 5 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar operasi premanisme di sejumlah kawasan yang ada di Palembang Jumat (27/3/2015). Dari operasi ini, sepasang pasutri berhasil terjaring razia saat berada di Simpang Charitas Palembang.

Pasutri itu terjaring razia saat keduanya sedang adu mulut. Anggota lalu menghampiri keduanya dan melakukan pemeriksaan. Diketahui, keduanya tidak memiliki identitas dan membuat keduanya terjaring operasi.

Tiba di Ditreskrimum Polda Sumsel, pasutri yang diketahui bernama Adi (21) dan Camelia (19) ini melanjutkan adu mulut. Di hadapan anggota serta enam pria lainya yang terjaring operasi, keduanya tampak santai adu mulut. Ini membuat sejumlah anggota dan pria yang terjaring operasi tersenyum melihatnya.

"Kamu itu cuma memikirkan diri sendiri, tidak peduli istri dan anak mau makan apa. Semoga saja kamu benar-benar ditangkap polisi," kata Camelia kepada suaminya.

Penampilan Camelia cukup menarik perhatian. Sebagian besar bagian tubuhnya terdapat tato, mulai dari tengkuk, lengan kanan, hingga kaki kanan. Tak hanya tato, sekujur lenganya juga terdapat bekas sayatan layaknya orang pengguna narkoba. Ibu dua anak ini selalu menatap orang dengan sorot mata tajam.

Mendengar diceramahi suaminya, Adi terlihat cuek. Ia bahkan sesekali tersenyum melihat istrinya ngomel dengan nada keras. Ia hanya sesekali membalas omelan istrinya tersebut.

"Kami ribut cuma salah paham. Istri saya terlalu sering mendengar omongan orang lain," kata Adi.

Adi dan Camelia terjaring razia bersama delapan pria yang lain. Ada yang terjaring di Pasar Sayangan, Pasar 16 Ilir, dan depan International Plaza. Satu pria bahkan terjaring razia berikut dengan motor yang dikendarai. Pasalnya, saat diperiksa petugas, ia tidak bisa menunjukan surat-surat motornya.

"Saya lupa bawa surat-suratnya karena memang tidak pergi jauh. Surat-surat motor saya lengkap dan ada di rumah," ujar pria tersebut.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP FX Winardi, melalui Kanit V Subdit III, Kompol Usman Siagian, mengatakan mereka yang terjaring razia akan dilakukan pendataan. Pendataan dilakukan dengan pengambilan foto wajah, sidik jari, serta identitas masing-masing.

"Benar ada yang berkelahi saat dilakukan operasi. Mereka yang kita amankan tidak bisa memperlihatkan identitas dan tengah berada di kawasan yang sering dilaporkan terjadi pemalakan. Untuk langkah awal, mereka kita data dan dilepas setelah ada jaminan dari pihak keluarga," kata Usman.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved