SFC Rencanakan Gunakan Data Analisis dan Statistik untuk Musim Depan
Anggota tim HPU dari Lab Bola sudah bertugas memberikan gambaran mengenai pentingnya data statistik dan analisis di era sepakbola modern.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC benar-benar serius mewujudkan target mengembalikan gelar juara Indonesian Super League (ISL) untuk musim depan. Setelah mendatangkan pelatih berpengalaman dan deretan pemain bintang di Indonesia, kini manajemen laskar wong kito tengah menjajaki kerjasama dengan tim High Performance Unit dari Lab Bola yang akan bertugas menyuplai statistik dan analisa mengenai penampilan SFC serta calon lawan kepada tim pelatih.
Bahkan selama pelaksanaan turnamen Piala Gubernur Sumsel Cup 2015, anggota tim HPU dari Lab Bola sudah bertugas memberikan gambaran mengenai pentingnya data statistik dan analisis di era sepakbola modern.
“Saat ini masih dalam tahap komunikasi, namun apakah nanti akan diteruskan akan dirapatkan bersama antara tim pelatih dan manajer yang saat ini masih tengah menjalankan ibadah umroh di tanah suci,” ungkap Dirtek PT SOM, Muchendi Marzareki saat dihubungi Minggu (22/3/2015).
Seusai pelaksanaan Piala Gubernur Sumsel Cup 2015 ini, pihaknya juga tengah mempelajari laporan yang diberikan oleh tim dari Lab Bola mengenai performa tim SFC secara keseluruhan.
“Kita harapkan nantinya data yang dibuat oleh Lab Bola ini dapat membantu tim pelatih mengevaluasi performa pemain secara lebih detail, kemudian juga bisa menganalisa lawan yang akan dihadapi saat ISL nanti,” tambahnya.
Nama Lab Bola sendiri di tanah air belakangan ini cukup mencuat pasca menjadi bagian dari kesuksesan timnas U19 tahun lalu. Lab Bola ini adalah lembaga yang menyediakan data statistik untuk pengambil keputusan dalam Timnas, terutama untuk Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri. Data statistik yang dikumpulkan oleh Lab Bola sangat menyeluruh, baik selama pertandingan maupun setelah pertandingan, termasuk analisis terhadap hasil pertandingan.
Contoh statistik dari HPU, adalah ketika Indonesia mencukur Laos 4-0. Dalam salah satu pertandingan di putaran AFF U-19 ini. “Timnas melepaskan 462 umpan dengan akurasi 83 persen.” Sementara itu penguasaan bola kala itu adalah “60 persen berbanding 40 persen milik Laos. Ini adalah catatan yang cukup bagus sebenarnya, tetapi pelatih Indra Sjafri kecewa karena biasanya Timnas U-19 rata-rata bisa melepaskan 600 umpan.”
Selanjutnya berdasar pada catatan ini, Indra Sjafri pun memberikan pembenahan. Kemampuan mengumpan dan membuka ruang diperbaiki. Hasilnya saat melawan Filipina, Timnas U-19 berhasil melepaskan 688 umpan dengan akurasi mencapai 87 persen. Catatan yang meningkat cukup tajam dan tentunya membahagiakan Indra Sjafri dan tim pelatih. Jumlah umpan inipun mendekati klub-klub top Eropa yang rata-rata melepaskan 700 umpan setiap pertandingan.
Lab Bola juga mengumpulkan dan menganalisa semua data bio-ritmik pemain Timnas U-19. Evan Dimas, sang kapten tim misalnya, bisa gesit dan tangguh sepanjang pertandingan karena kadar Hb (hemoglobin)-nya yang memang lebih tinggi dari rata-rata pemain lainnya. Kadar Hb ini dapat diatur lewat asupan gizi dan latihan fisik dan inilah olahraga modern. (mg9/TS)