Road to Asian Games 2018

Sumsel Jajaki Kerja Sama dengan PB

Menurut keputusan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Sumsel hanya kebagian delapan cabor non unggulan, di antaranya, Baseball, Menembak, dan Kano.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumsel terus berupaya mati-matian untuk menggiring Cabang Olahraga (Cabor) unggulan Asian Games Indonesia 2018 agar diselenggarakan di Bumi Sriwijaya.

Berbagai persiapan pun terus dilakukan melalui promosi-promosi mengenai kesiapan Sumsel, mulai dari menyebar banner di sudut-sudut kota Palembang, mendatangi negara di Asia yang menjadi tuan rumah multi event semisal Asean Beach Games, Sea Games hingga Islamic Solidarity Games. Dan mengadakan kegiatan Sport Tourism bertaraf nasional dan internasional.

Terbaru, Sumsel berencana akan menjajaki kerjasama dengan berbagai Persatuan Besar (PB) Cabor unggulan untuk melihat kesiapan venue yang berada di Komplek Olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Seperti diketahui, menurut keputusan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Sumsel hanya kebagian delapan cabor non unggulan, di antaranya, Baseball, Menembak, dan Kano.

Kabid Promosi dan Pemasaran KONI Sumsel, Nirmala Dewi menuturkan hal itu dilakukan agar keinginan pihaknya untuk membawa cabor unggulan semisal, Atletik, Renang, Tenis, Bulutangkis dan Basket agar dapat diselenggarakan di Sumsel.

"Usai melihat kesiapan Sumsel, tentunya PB dapat langsung merekomendasikannya kepada OCA," kata Nirmala Dewi, Kamis (19/3/2015)

Nirmala berujar, jika dilihat dari kesiapan pihak pemerintah telah menyatakan bahwa Sumsel jauh lebih siap dari Jakarta baik dari segi infrastruktur dan Venue pertandingan.

Namun niatan Sumsel untuk menggelar cabor non unggulan terganjal oleh keputusan tidak adil oleh KOI, yang lebih condong ke ibukota Jakarta.

"Oleh karena itu kita terus berusaha keras. Apalagi mengingat Keputusan Presiden (Kepres) akan segera di ketuk palu pada 20 Maret mengenai cabor unggulan," ungkap dia.

Terkait dua daerah yakni Jabar dan Banten yang digadang-gadang juga akan menjadi tuan rumah tambahan, Nirmala menjelaskan hal itu tentu sangat melanggar Memorandum Of Understanding (MOU) di Asian Games Incheon 2014 lalu.

Menurutnya, jika ingin menambah lagi daeraglh penyelenggara harus memiliki alasan yang jelas.

"Kita komplain Jabar dan Banten, jika Sumsel dan Jakarta tidak siap baru boleh menambah daerah lain," kata Nirmala Dewi.

"Atas aksi Walk Out (WO) kita waktu itu, jadi ketua KOI Rita Subowo menjelaskan bahwa dua daerah tambahan itu bukan menjadi tuan rumah, tetapi City Venue," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved