Limbah Pabrik Teh PTPN VII Pagaralam Tebar Bau Busuk

Udara yang ada di kawasan Pabrik Teh milik PTPN VII Kota Pagaralam mulai tidak sehat.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, PAGARALAM – Udara yang ada di kawasan Pabrik Teh milik PTPN VII Kota Pagaralam mulai tidak sehat. Sejak beberap pekan terakhir udara di kawasan tersebut berbau busuk.

Bau tersebut diduga dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN) Unit Usaha Pagaralam.

Hal tersebut disebabkan sistem pengolahan limbah perusahaan BUMD ini masih dinilai belum optimal. Akibatnya sampah hasil pengolahan mencemari lingkungan yang ada disekitar pabrik

Pantauan Sripoku.com di lapangan, hasil pengawasan petugas Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Pagaralam yang langsung melakukan crosscek ke lokasi, dinilai perlu dilakukan pembenahan. Pasalnya lokasi bak tampung berdampingan dengan pemukiman.

Selaian itu ukuran bak tampung limbah belum sesuai sekitar 6 x 4 meter jika dibandingkan dengan debit limbah yang dihasilkan dengan kemampuan produksi berkisar rata-rata 50 ton hingga 70 ton pucuk daun teh setiap harinya. Parahnya tidak ada kolam retensi limbah, hingga tanaman hijau di sekitar lokasi pengolahan limbah.

Kepala BPLH Kota Pagaralam, Agus Ahmad melalui Kasubid Pengawasan dan Penegakan Hukum, Heryansyah didampingi stafnya Alpian mengatakan, pengecekan tersebut merupakan agenda rutin.

"Sebelumnya, kondisi IPAL pabrik teh ini masih banyak pelanggaran dan belum sesuai dengan standar. Untuk itu, pengawasan yang kita lakukan menindaklanjuti cek kelapangan yang sudah kita lakukan belum lama ini," ujarnya.

Sebelumnya, kondisi bak tampung IPAL mengeluarkan bau tidak sedap, yang dikhwatirkan mengganggu lingkungan sekitar. Pasalnya lokasinya berdekatan dengan komplek perumahan pegawai PTPN. Bahkan pihak BPLH sudah melakukan teguran untuk ditutup agar bau limbah tidak menyebar kemana-mana.

"Kita juga sudah menyarankan pembuatan sekat sedimen antara bak tampung yang berjumlah tiga buah ini yang seyogyanya juga ada kolam retensi limbah sebelum limbah dialirkan ke alam bebas agar tidak tidak membahyakan," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved