Usai Diserang, Dubes AS di Korsel Dapat 80 Jahitan

Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan itu sudah meninggalkan rumah sakit setelah lima hari dirawat.

Editor: Soegeng Haryadi
AFP
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye (kanan) menjabat tangan Duta Besar Amerika Serikat untuk Korsel, Mark Lippert saat dirawat di Rumah Sakit Severance, Seoul, Korea Selatan, Senin (9/3/2015). (Foto AP/Istana Kepresidenan Korea Selatan) 

SRIPOKU.COM, SEOUL - Perban masih menutupi luka sayatan di pipi kanannya, tapi Mark Lippert bersumpah tak akan mengubah sikapnya tetap terbuka dan ramah untuk membangun diplomasi.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan itu sudah meninggalkan rumah sakit setelah lima hari dirawat. Lukanya didapat setelah seorang pria menyerangnya menggunakan senjata tajam dan melukainya, sambil berteriak unifikasi Korea.

Dilansir AP dan dikutip ABC News, Selasa (10/3/2015), kepada wartawan di Rumah Sakit Severance, Lippert memastikan kondisinya sudah sangat baik setelah insiden menakutkan Kamis pekan lalu. Saat itu seorang aktivis pria anti-AS menyabetkan pisau di wajah dan tangan kiri Lippert sampai berdarah.

Lippert enggan mengomentari secara spesifik serangan itu karena polisi sedang melakukan investigasi. Ia pun menolak mendiskusikan kemungkinan keamanan baru, kecuali pemerintah AS menganggapnya sebuah prosedur serius di Korea Selatan.

Sejak tiba di Seoul musim gugur lalu, Lippert merasa disambut dan diterima oleh warga Korea. "Sebagai gantinya, kita telah membuat misi untuk terbuka dan bersahabat. Kita tidak akan mengubah itu," imbuhnya.

Kehadiran Lippert telah membuatnya disenangi orang-orang di Korsel. Secara teratur ia kerap berjalan berkeliling bersama anjing basset hound-nya di sekitar kompleks dan memberikan nama Korea di tengah nama anaknya yang baru lahir. Lippert mengaku tersentuh oleh pesan dukungan yang mengalir kepadanya.

Serangan Kamis itu hanya lebih memperkuat ikatan antara Seoul dan Washington selama ini.

Sejumlah media yang mempublikasikan foto Lippert yang sedang berdarah mengejutkan banyak orang di Korea Selatan. Karena Lippert adalah representasi AS yang tak lain sekutu Korsel selama ini, sehingga banyak menarik simpati publik.

President Park Geun-hye dan pejabat senior lainnya mengunjungi Lippert di rumah sakit, sementara para aktivis mengadakan serangkaian unjuk rasa pro-AS di dekat Kedutaan Besar AS di Seoul.

Ribuan aktivis berunjuk rasa di Seoul, Selasa, melambaikan bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat sebagai tanda dukungan ucapan selamat untuk Lippert karena sudah keluar dari rumah sakit.

Dokter telah membuat 80 jahitan untuk menutup luka di pipi Lippert. Sejumlah pejabat rumah sakit mengatakan Dubes Lippert masih sering merasakan sakit di tangannya namun bisa diatasi dengan minum obat.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved