Pangdam Ancam Pecat Anggota TNI Pakai Narkoba

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil, mengancam akan memecat anggota TNI yang kedapatan mengkonsumsi Narkoba.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak Pangdam II/SWJ Mayjen TNI Iskandar M Sahil didampingi Bupati Muaraenim Muzakir, melakukan peninjauan kegiatan sunatan massal grtais yang digelar oleh Kodim 0404 Muaraenim, di gedung Putri Dayang Rindu Muaraenim, Jumat (6/3). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Sebagai wujud nyata TNI memberantas peredaran dan penangulangan bahaya narkoba, Kodam II/SWJ akan membangun panti rehabilitasi narkoba pada tahun 2015 di Rindam II/SWJ.

Hal ini di ungkapkan oleh Pangdam II/SWJ Mayjen TNI Iskandar M Sahil SE, usai menghadiri acara silaturahmi Pandam II Sriwijaya dengan FKPD, SKPD, Tomas, Toga dan KBT Kabupaten Muaraenim, di gedung Putri Dayang Rindu Muaraenim, Jumat (6/3/2015).

"Kita rencanakan pantinya di Rindam II/SWJ. Pengguna narkoba itu adalah orang sakit, jadi bukan dihukum tetapi yang tepat adalah diobati, sebab mereka adalah korban," kata Iskandar.

Menurut Iskandar, saat ini pihaknya akan menyiapkan sarana dan prasarananya terlebih dahulu untuk pembangunannya. Karena panti rehabilitasi narkoba ini bukan untuk anggota TNI saja, tetapi juga akan digunakan untuk umum, tentu pihaknya akan berkoordinasi dengan BNN dan Kepolisian serta instansi terkait. Hal ini merupakan tanggungjawab bersama.

"Kedepan, kita berharap pengguna narkoba tidak diproses hukum, tetapi di rehabilitasi. Kalau pengedar baru di proses hukum secara tegas. Kalau ada anggota saya yang terlibat narkoba, duluan nanti kita masukan ke sana, ia akan kita pecat terlebih dahulu baru direhabilitasi," tegasnya.

Selain itu, lanjut Iskandar, ia juga telah mengeluarkan perintah bagi anggota TNI maupun keluarga anggota TNI yang terlibat narkoba baik pengguna maupun pengedar dan masih menempati rumah dinas maka akan dikeluarkan dalam waktu 1 x 24 jam.

Sekilas terlihat kurang manusiawi, tetapi ini sebagai bukti keseriusannya dalam menentang peredaran Narkoba. Bahkan jika terbukti terlibat, ia sendiri yang akan memecat langsung anggotanya. Sebab taruhannya pangkat dan jabatan dirinya.

Seandainya ada satu orang prajurit terlibat narkoba dan mengkonsumsi narkoba kebetulan dia membawa senjata ini bisa saja membahayakan rekannya yang lain, bahkan termasuk anak dan istri mereka.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved