Christo Berharap Magis Venue Bukit Asam
Christo pun berharap pada ajang Piala Davis Cup 2015 grup II Zona Asia Oceania 6-8 Maret nanti, dia berharap Magis Venue Bukit
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Petenis andalan Indonesia, Christoper Rungkat memiliki memori indah ketika berlaga di Venue Bukit Asam Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Sebab, pada Sea Games 2011 yang digelar di Bumi Sriwijaya tersebut Christo sapaan akrabnya, mampu menyumbangkan tiga medali emas ke pangkuan merah putih.
Christo pun berharap pada ajang Piala Davis Cup 2015 grup II Zona Asia Oceania 6-8 Maret nanti, dia berharap Magis Venue Bukit Asam dapat mengantarkan tim Indonesia untuk menundukkan lawan yang akan dihadapi yakni Iran.
“Saya memiliki kenangan Indah di Palembang, semoga di sini Indonesia dapat mengalahkan Iran dan melaju ke babak selanjutnya,” kata Christo, saat tim Indonesia menggelar Pres Conference di Venue Bukit Asam JSC, Rabu (4/3).
Christo menilai pada laga krusial tersebut merah putih memiliki kans besar untuk mengalahkan Iran. Keoptimisannya pun cukup beralasan, menilik dari pertemuan kedua kubu di Shiroodi Sport Complex Teheran 2011 lalu tim Indonesia mampu unggul 3-2.
Selain bermodalkan mempecundangi sang lawan di ajang serupa, dukungan dari masyarakat Sumsel menurut Christo yang pernah meraih peringkat 275 dunia ini mengaku, bermain dirumah sendiri dengan mendapat dukungan secara langsung dari warga Sumsel merupakan suntikan penyemangat tersendiri bagi pihaknya untuk menampilkan kemampuan terbaik.
“Kita yang pasti merasa sangat percaya diri dilaga nanti untuk merebut kemenangan,” ujar pria kelahiran Jakarta 14 Januari 1990 tersebut.
Sementara itu, pelatih tenis Indonesia Roy Therik, menekan kepada anak asuhnya agar tidak over confidence (Percaya diri berlebihan) sebab, bukan tidak mungkin keoptimisan tersebut menjadi boomerang bagi anak asuhnya.
“Memang secara statistik kita unggul 55 : 45, namun kita harap kepada para pemain jangan sampai justru hal itu menjadi antiklimaks bagi kita,” kata Roy.
Menghadapi ajang tenis paling bergensi di duni tersebut, petenis Indonesia sudah melakukan intensif sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, menjelang keberangkatan ke Palembang dua minggu terakhir Christo cs ditekankan dalam peningkatan fisik.
Roy menerangkan, pihaknya telah memiliki strategi khusus menghadapi laga tersebut. Menurutnya peta kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada Christo, tetapi juga pada nomor ganda yakni Sunu dan Adit.
“Christo saya yakin mampu menyumbangkan poin bagi Indonesia. Kita berharap petenis lain juga dapat menampilkan permainan terbaiknya,” harap Roy.
Menilik formasi lawan yang hamper menurunkan 75 persen muka-muka lama ketika ditumbangkan Indonesia 3-2 pada tahun 2011 lalu, Roy pun optimistis dapat menang dan melenggang ke fase selanjutnya menghadapi pemenang antara Kuwait vs Pakistan. “Secara Histori kita lebih baik dari mereka, jadi kami yakin bisa meraih kemenangan,” tutur Roy.