Warga Kecam tak Maksimalnya Pelayanan Puskesmas Paiker
Warga menilai adanya kepentingan lain sejumlah pihak di balik program itu. Tapi kepentingan itu bukan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Penulis: Wiliem Wira Kusuma | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Kurang maksimalnya pelayanan Puskesmas rawat inap di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) yang dikeluhkan masyarakat terus menuai kecaman berbagai pihak.
Pasalnya berbagai permasalahan yang timbul sekarang ini, seperti tidak adanya dokter tetap, tak laik pakainya mobil ambulance hingga terbengkalainya rumah dinas dokter dan para medis dinilai disebabkan kelalaian pihak terkait.
Warga menilai adanya kepentingan lain sejumlah pihak di balik program itu. Tapi kepentingan itu bukan untuk kepentingan masyarakat banyak.
"Seperti mobil ambulance yang sudah tua, hingga kini belum tergantikan. Sementara, baru-baru ini ada pengadaan mobil dinas dokter. Mengapa tidak mendahulukan pengadaan mobil ambulance? Kalau untuk pengadaan mobil dinas dokter bisa. Kan, di sini bisa kita nilai pihak terkait belum memproiritaskan kepentingan khalayak ramai," ungkap Sahani, salah seorang warga Paiker.
Dia juga menyayangkan kondisi bangunan satu unit rumah dinas dokter dan tiga unit rumah dinas dokter dari pemerintah yang dibiarkan terbengkalai, bahkan kondisi sekitarnya sudah dipenuhi semak belukar.
Hal ini terkesan, pihak terkait hanya menghaburkan uang negara, karena hingga kini tidak difungsikan sesuai peruntukannya.
"Bangunan yang menelan dana tidak sedikit ini menjadi sia-sia, sehingga kesannya menghamburkan uang negara saja. Kalaupun memang belum ada petugas medis yang menempatinya, mengapa tidak dibangunkan yang lain saja. Akan tetapi, karena ada kepentingan lain tadi, ini tetap saja dibangun," tandasnya.
Sebelumnya, menyikapi keluhan warga Paiker terhadap pelayanan Puskesmas rawat inap Paiker, Kadinkes Empatlawang, M Taufik mengakui bahwa keberadaan dokter Puskesmas rawat inap Paiker memang dua tugas.
Seharusnya hanya bertugas di RSUD. Pasalnya memang pada penerimaannya formasinya dokter RSUD, namun karena kebutuhan diperbantukan ke Puskesmas Paiker, makanya dibagi dua minggu sekali.
Ke depannya akan ditugaskan dokter khusus Puskesmas rawat inap Paiker, karena tahun ini juga Empatlawang memiliki 6 dokter baru hasil penerimaan CPNS 2014 lalu.
"Saya akan secepatnya melakukan koordinasi ke BKD agar mengisi seorang dokter di Paiker. Karena, dokter yang lama, memang formasinya untuk RSUD Tebingtinggi, sehingga selama ini hanya diperbantukan," katanya.
Menyikapi mobil ambulance yang tak laik pakai, tahun 2015 ini juga ada pengadaan satu unit ambulance. Direncanakan akan ditempatkan di Puskesmas rawat inap Paiker, apalagi dinilai lebih membutuhkan.
"Mudah-mudahan saja tidak ada halangan, sehingga mobil ambulance tersebut bisa diperuntukan di Puskesmas ini," tandasnya.

