Pria Ini Mengaku Dianiaya Pramugara Transmusi
Tiba-tiba saja dia menghampiri dan memukul saya bertubi-tubi sampai akhirnya hidung saya luka robek dan berdarah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Insanuddin (51) warga Jalan Gagak II Blok B-32 No 05 RT 08/04 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, melapor ke Polresta Palembang.
Ia mengaku dianiaya oknum pramugara (kondektur) bus Trans Musi jurusan Km 12-Ampera dengan nomor lambung K-101.
Akibat peristiwa itu, Insanuddin mengalami luka robek di bagian hidung.
Kepada petugas ia menuturkan penganiayaan bermula saat dirinya menaiki Transmusi tersebut dari KM-12 hendak menuju ke Ampera sekitar pukul 08.30, Sabtu (14/2/2015).
Setibanya di dekat Halte Monpera Jalan Merdeka, kondektur yang belum diketahui identitasnya tersebut meminta korban menunjukkan karcis namun dengan nada bicara sedikit tinggi.
"Dia minta karcis karena mungkin mengira saya tidak memiliki karcis. Lalu saya kasih unjuk dan tiba-tiba saja dia bilang 'jangan marah, saya hanya bertanya'. Tiba-tiba dia bilang begitu lalu saya jawab saya tidak marah, sejak itu kami saling pelotot. Sesampainya di halte monpera, saya mau berhenti karena mau nyambung ke Jakabaring untuk bekerja. Tiba-tiba saja dia menghampiri dan memukul saya bertubi-tubi sampai akhirnya hidung saya luka robek dan berdarah," ungkapnya saat melapor ke SPKT Polresta Palembang.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi Sik melalui Kepala Unit Sentra Pelayanan kepolisian Terpadu Shief C, Ipda Heriansyah membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor LP/B-348/NN/2015/Sumsel Resta.