Mahasiswa UMP: "Kami tidak Setuju Mobnas Itu Proton dari Malaysia"
Mestinya Pak Jokowi berhentilah pencitraan. SMK itu sendiri kan karoseri. Bukan pembuatan. Kita untuk mesin diesel 1 silender saja belum biso bikin
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puluhan mahasiswa mengikuti
kegiatan sosialisasi kehidupan berbangsa dan bernegara bersama H Wahyu Sanjaya SE anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Demokrat di Kampus Fakultas Ekonomi UMP, Sabtu (14/2/2015).
Mulai dari isu mobil nasional hingga Freeport disampaikan mahasiswa agar ditanggapi sang wakil rakyat ini.
"Terima kasih kepada bapak Wahyu Sanjaya yang telah membantu acara seminar ini. Tidak cukup sampai di sini tidak hanya Fakultas Ekonomi saja," kata Ketua Umum MAPALA FE UMP Alfedya.
Wahyu yang juga putra kedua dari lima bersaudara anggota DPR RI Fraksi Golkar Kahar Muzakir menyampaikan alasan perlunya sosialisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Khawatir akan lunturnya nilai kebangsaan. Kami ditraining Lemhanas. Baru mulai tahun ini. Latihan di Mako Brimob. NKRI dan UUD 45. Secara prinsip kita sepakat idealis NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika. Tinggal penerapan di kehidupan sehari-hari," ujarnya.
"Jangan sampai kita disusupi seperti paham ISIS. Untuk itu perlu adanya kerukunan. Di Palembang boleh dikato daklah demo. Kalau di Jawo dikit-dikit demo. Mano di Palembang jarang katek gawean. Setiap ditanyo nak kemano? Dijawab ado gawe dikit. Kalo nak nanyo NKRI silahkan. Kalo nak nanyo implementasi ekonomi BUMN, Perdagangan, Perindustrian, UMKM," tambahnya.
"Kami tidak setuju mobnas itu Proton dari Malaysia. Padahal kita tahu di sana tidak terpakai. Kenapa tidak mendorong seperti mobil SMK yang di Solo," kata salah seorang mahasiswa.
"Mestinya Pak Jokowi berhentilah pencitraan. SMK itu sendiri kan karoseri. Bukan pembuatan. Kita untuk mesin diesel 1 silender saja belum biso bikin. Saya pribadi tidak mendukung mobil nasional. Alhamdulillah kami di Komisi VI masih waras soal ini. Realistis bae, kanapa kita tidak bikin traktor nasional bae dulu. Departemen Pertanian setiap tahunnya bagikan 18 ribu traktor merek Yanmar," kata Wahyu.