Lantai Halte TM Rawan Ambruk
Lantai halte pun tak sedikit yang dalam kondisi rusak dan goyang sehingga mengkhawatirkan warga pengguna halte.
Penulis: Damayanti Pratiwi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tak hanya sejumlah bus Trans Musi (TM) yang saat ini masih dalam kondisi rusak, kerusakan juga terpantau pada kondisi sejumlah haltenya yang tersebar di seluruh ruas jalan yang dilalui bus ini. Kerusakan yang terjadi pun bermacam-macam, mulai dari pecahnya sejumlah kaca halte.
Lantai halte pun tak sedikit yang dalam kondisi rusak dan goyang. Kondisi ini cukup membuat pengguna bus TM yang menunggu bus di halte merasa khawatir akan jatuh dan lantainya ambruk.
"Ini kacanya sudah pecah semua, terus lantainya juga goyang-goyang. Takutnya kalau sedang ramai, akan ambruk. Kan bahaya ya," ucap Santi, mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar, Sabtu (7/2/2014).
Rupanya, kerusakan di halte TM ini sudah terpantau pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang. Kerusakan halte ini dikatakan Kepala UPTD Angkutan Massa Dishub Palembang Slamet Riadi cukup beragam penyebabnya, diantaranya sudah lama tidak diperbaiki dan faktor kejahilan masyarakat. Hanya saja, untuk memperbaikinya pihak Dishub memiliki anggaran yang cukup.
"Setiap tahun ada dana perbaikan halte. Namun, kita prioritaskan mana yang rusak parah dan sifatnya urgent atau mendesak segera di perbaiki. Sekarang kan anggaran belum disahkan," ujarnya.
Berdasarkan data Dishub Palembang, jumlah halte transmusi di dalam kota Palembang sebanyak 323 buah, yang terdiri dari halte yang dianggarkan APBD Palembang 131 buah, halte bantuan pihak ketiga ada 74 buah, halte bantuan Ausaid 43 buah, dan halte portabel sebanyak 75 buah. Dari jumlah halte tersebut Dishub Palembang tidak membantah banyak halte yang perlu diperhatikan seperti dicat maupun diperbaiki.
Meski begitu, Slamet menyayangkan sikap warga kota Palembang yang belum mampu menjaga halte yang sebenarnya untuk kepentingan bersama. Diakuinya, selain rusak banyak juga halte yang pagar besinya dicuri ataupun ditabrak kendaraan.
"Seperti di depan Bengkel Pas Jl Demang Lebar Daun, haltenya ditabrak bus. Di tempat lain juga ada pagar besinya dicuri. Seperti juga alumunium untuk pintu halte dicuri juga. Bahkan kejadiannya pernah dipergoki terjadi pada malam hari sekitar pukul 02.00 dini hari," ungkapnya.
Untuk perbaikan halte yang rusak, ditabrak, dan dicuri akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan. Sebab, banyak juga halte yang awal pembangunan didanai dari CSR perusahaan, tetapi begitu rusak tanggung jawabnya dikembalikan ke Dishub.
"Kalau rusak parah akan segera kita perbaiki. Dan untuk lantai dasar terbuat dari plat baja. Karena sudah lama sejak tahun 2009 lalu mungkin sudah karatan dan bolong. Itu bisa kita perbaiki dengan cor semen dan dikeramik. Jadi, lebih awet dan kuat. Seperti yang sudah kita lakukan seperti di depan damri Jl Kolonel H Burlian, depan RS Khodijah Jl Demang Lebar Daun, Sembaja dan lainnya," jelasnya. (cr4)