Anggrianto Loncati Pagar Setinggi 4 Meter

Kaburnya napi dalam kasus penggelapan tersebut, setelah petugas sipir melaksanakan apel siang atau pergantian penjagaan rutin.

Anggrianto Loncati Pagar Setinggi 4 Meter
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Lengahnya pengawasan dan penjagaan yang diterapkan oleh Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II Lubuklinggau, lagi-lagi kecolongan karena salah satu narapidana (napi) berhasil melarikan diri. Diketahui warga binaan yang kabur, bernama Raden Anggrianto (25) yang tercatat sebagai warga Jalan Pattimura Gg H Matnur RT 6 Kelurahan Muara Enim, Kota Lubuklinggau. Ia menjalani masa hukuman selama satu tahun.

Kaburnya napi dalam kasus penggelapan tersebut, setelah petugas sipir melaksanakan apel siang atau pergantian penjagaan rutin, Minggu (8/2/2915) sekitar pukul 12.30. Sebelum apel dilaksanakan, diketahui juga para narapidana tengah diberikan makan siang yang diantar ke blok masing-masing.

Napi yang melarikan diri diduga kabur melalui pagar tembok belakang. Bahkan, sejumlah sipir terkejut karena Anggrianto bisa melewati pagar setinggi 4 meter yang dilapisi kawat berduri tanpa satupun alat bantuan seperti kain dan benda semacamnya, hal itu ditelusuri juga terdapat bekas jejak kaki yang menempel pada tembok Lapas.

Kepala Lapas Lubuklinggau, Muhammad Musnani menjelaskan, dirinya mendapat informasi setelah menerima laporan dari anak buahnya bahwa salah satu napi melarikan diri. Diketahui larinya napi tersebut saat jam makan siang untuk tahanan dan waktu aplusan pergantian untuk penjaga sipir.

"Biasanya saat apel siang seluruh petugas standby di kamar jaga atau blok warga binaan. Setelah selesai apel dikabarkan napi bernama Anggrianto sudah tidak ada, dan saat dicari keberadaannya di areal Lapas sudah tidak ada," jelasnya.

Dia menambahkan, setelah mengetahui salah satu napinya kabur, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk membantu mencari keberadaannya. Bahkan, sudah mendatangi rumah napi namun batang hidung Anggrianto tak kunjung terlihat. Bukan hanya meminta bantuan kepada aparat Kepolisian, dirinya juga sudah memerintahkan petugasnya untuk memburu keberadaan Anggiranto. Sampai sore kemarin, petugas pulang dengan tangan hampa tanpa membawa napi tersebut.

Dijelaskan Musnani, setelah melihat data napi yang kabur bahwa pada 18 Mei 2015 mendatang, Anggrianto bisa menghirup udara bebas. Namun, sebelum waktunya menyelesaikan masa penjara dia nekat melarikan diri. "Sudah kita sampaikan juga kepada keluarganya, apabila mengetahui keberadaan Anggiranto untuk segera diantarkan atau diberitahu. Saya jamin dia tidak apa-apa, karena lebih baik menyerahkan diri," tegasnya.

Mengingat seringnya Lapas Lubuklinggau yang standar keamanannya masih bisa ditembus oleh napi untuk melarikan diri, pihaknya mengakui masih kekurangan petugas sipir ditambah minimnya perangkat CCTV di areal Lapas. "Tenaga sipir masih minim, saya juga akan mengusulkan kepada Kemenkumham untuk menambah tinggi pagar dan penambahan sipir, selain itu tidak ada CCTV. Kita juga sudah meminta bantuan kepada Walikota untuk dipasang CCTV, mudah-mudahan peristiwa kaburnya napi tidak terulang lagi," pungkasnya.

Untuk diketahui juga, sebelumnya pada Sabtu (31/5/2014) lalu seorang narapidana yakni Rudi Hartono warga SP 4 Katoya Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musirawas, seorang narapidana asimilasi luar tembok Lapas Klas II A Lubuklinggau dalam kasus pengerusakan Mapolsek BTS Ulu, melarikan diri. Petugas lapas mengetahui Rudi melarikan diri, setelah pukul 16.00 WIB yang merupakan jadwal naripadana asimilasi luar tembok untuk masuk ke dalam Lapas, namun sampai waktu yang ditentukan Rudi tidak kunjung masuk.

Informasinya, Rudi kabur setelah kesehariannya sebagai petugas kebersihan dan menjaga parkir kendaraan di luar gedung, diduga menggunakan kendaraan atau dijemput pihak keluarganya. Saat itu, Kalapas Lubuklinggau Fernando Kloer membenarkan, seorang warga binaan telah melarikan diri. Rudi merupakan narapidana yang sudah satu bulan mendapatkan asimilasi dan telah menyerahkan jaminan berupa mobil Xenia serta surat tanah seluas 2.500 meter persegi. (men/TS)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved