Psikologi

Ini Dia Penolak Bahagia, Anda Berminat?

Sesungguhnya sebelum manusia mencari cinta, awali dengan intropeksi diri untuk menemukan apa yang menghalangi antara kebahagian dengan diri Anda.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM -– Belajar, bekerja, dan berkarya, kira-kira seperti itulah siklus kehidupan manusia semenjak usia menginjak remaja hingga dewasa. Sekolah demi mendapatkan titel prestis agar bisa bekerja dengan penghasilan tinggi dan menghasilkan karya. Namun, apakah Anda bahagia?

Tak bisa dimungkiri bahwa dewasa ini semakin banyak orang di usia produktif mengalami kelelahan, sedih berkepanjangan dan akhirnya terkena depresi. Sebenarnya, apa yang Anda cari dalam hidup ini? Jika kebahagiaan itu tidak melulu dalam wujud materi, lalu untuk apa cari uang sebanyak-banyaknya?

Elyse Gorman, seorang penulis dan pendiri NotesOnBliss.com, mengutip ungkapan inspiratif dari Rumi yang mengatakan bahwa sesungguhnya sebelum manusia mencari cinta, awali dengan intropeksi diri untuk menemukan apa yang menghalangi antara kebahagian dengan diri Anda.

Berdasarkan ungkapan tersebut, Gorman pun membeberkan 5 “ramuan” kehidupan yang membuat seseorang semakin jauh dari kebahagiaan, berikut uraiannya:

Lebih peduli pada penilaian orang lain
Anda bukan suatu komoditas di mana orang bisa seenaknya melemparkan komentar dan penilaian negatif, Anda harus menjaga diri sendiri. Jangan biarkan diri terpengaruh dengan pandangan orang lain. Sebab, pekerjaan, status, dan penghasilan Anda hanyalah sebuah peran yang Anda mainkan. Hal tersebut tidak mendefinisikan siapa Anda. Selektiflah dalam memilih teman, pastikan kehadiran mereka memberikan kebahagiaan, bukan kesedihan.

Anda terlalu mengkhawatirkan masa depan
Ketika Anda terlalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, Anda melupakan hal-hal yang patut Anda hargai di masa sekarang.

Anda selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Mark Twain pernah berkata bahwa membanding-bandingkan mematikan semangat hidup. Jadi, alih-alih membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam berbagai hal, lebih baik terima dan nikmati semua kemudahan serta nikmat dalam hidup Anda.

Tidak menghargai diri sendiri
Banyak orang yang lebih memerhatikan kehidupan orang lain ketimbang hidupnya sendiri. Alhasil, mereka melupakan apa yang mereka miliki lebih berharga dari milik orang lain. Hentikan kebiasaan ini, ingat bahwa ada banyak orang yang akan bahagia dan bersyukur jika memiliki kehidupan Anda.

Mengabaikan suara hati dan intuisi
Tidak sedikit orang yang menjalani kehidupan berdasarkan ekspektasi orang lain, bukan berlandaskan hal-hal yang bisa membahagiakan diri sendiri. Kondisi ini, umumnya akan mereka sesali di kemudian hari. Seperti kita ketahui, penyesalan selalu datang terlambat dan Anda tidak akan memiliki banyak waktu untuk memulai semuanya kembali.

Sumber: Kompas.com
Tags
Bahagia
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved