Penambang Geruduk Kantor DPRD Muaraenim
Pemkab Muaraenim tidak Izinkan Tambang Rakyat
"Kami bukan mau kaya tetapi hanya ingin mencari makan sesuap nasi," tambah Harahap, pengurus Astrada.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Meski telah melakukan rapat yang cukup alot, Pemkab Muaraenim tetap kukuh tidak mengizinkan aktivitas penambangan batu bara yang dilakukan oleh penambang rakyat.
"Kami tidak merestui dan memberikan izin. Jika mereka tetap memaksa menambang silahkan tanggung resiko sendiri," ujar Wabup Muaraenim H Nurul Aman didampingi Asisten II Pemkab Muaraenim Bulgani Hasan, di ruang rapat Bupati Muaraenim, Rabu (28/1/2015).
Menurut Nurul Aman, dari hasil pertemuan ini tidak ada jalan keluar. Sebab masing-masing pihak tetap pada pendirian masing-masing.
"Kita sudah sosialiasi dan telah memberikan ultimatum per 1 Januari 2015, untuk ditutup. Mengenai masalah masyarakat masih tetap menambang, itu tanggungjawab resiko mereka masing-masing," ujar Nurul.
"Kita termasuk 12 provinsi yang menjadi stressing dari KPK. Jika nantinya mereka tetap menambang dan ditangkap oleh aparat berwajib itu silahkan tanggungjawab masing-masing," ujar Bulgani.
Sementara itu Koordinator Astrada, Nindriantoro Cs, mengatakan, pihaknya diizinkan atau tidak tetap akan melakukan penambangan. Sebab jika tidak menambang nasib ribuan penambang dan keluarganya bisa-bisa tidak makan.
"Kami bukan mau kaya tetapi hanya ingin mencari makan sesuap nasi," tambah Harahap, pengurus Astrada.