Dua Kilometer Jalan Servo Masih Terendam Air
Menurut Musni, pihaknya dan DPRD akan membahas batas waktu yang diserahkan kepada pihak swasta.
Penulis: Deryardli | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jalan khusus batubara atau yang sudah biasa disebut Jalan Servo belum juga bisa dilalui sampai sekarang. Usai kunjungan dengan DPRD Sumsel beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mencatat beberapa kekurangan.
Kepala Dishubkominfo Sumsel, Musni Wijaya mengatakan, secara fisik memang jalan sudah selesai dikerjakan. Namun ada beberapa titik menurut perkiraan Musni akan terendam air ketika hujan tiba. Pemerintah dan DPRD pun merekomendasi peningkatan level.
"Kalau secara umum jalannya sudah jadi. Tapi memang ada beberapa bagian di kawasan rawa yang harus ditingkatkan, karena saat hujan tiba akan terendam. Kita hitung sekitar 2-3 kilometer jalan itu harus dinaikan sekitar satu meter," ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (20/1/2015).
Meningkatkan level ketinggian jalan tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Menurut Musni, pihaknya dan DPRD akan membahas batas waktu yang diserahkan kepada pihak swasta. Termasuk mengatur sanksi bila penyelesaian jalan tersebut molor.
"Kita akan membuat limit penyelesaian. Misalnya 6 bulan. Mungkin, kalau lewat dari limit itu bisa diambil alih oleh BUMD sebagai bentuk sanksi. Hal ini yang masih dibahas oleh pemerintahan," ucap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel tersebut.
Jalan khusus yang dibangun PT Titan jadi kebutuhan pemerintah dan pelaku penambangan batubara. Dari 20 juta ton batubara yang diproyeksi terangkut, kini tersisa 7 juta ton lagi yang harus dikirim. Menurut Musni, PT Servo dan PT SI sebagai transportir bisa menyelesaikannya angkutan secepat mungkin.
"PT Servo targetkan pada Mei nanti mengangkut 2-3 juta ton. Sedangkan PT SI bilang sudah bisa operasional 2 juta ton. Jadi sekitar 5 juta ton sudah bisa dialihkan ke Muara Lematang dalam waktu dekat. Tapi pada Mei 2016, mereka janji bisa angkut 8-12 juta ton. Kita berharap di akhir 2016 sudah 100 persen angkutan batubara teratasi," ujarnya.