Breaking News:

Anggota Melanggar Lalu Lintas Harus Push Up 10 Kali

Denpom Kodam II Sriwijaya dan Provost Polda merazia kepada anggota TNI dan Polri yang melanggar aturan dan tidak melengkapi dokumen kendaraannya.

Anggota Melanggar Lalu Lintas Harus Push Up 10 Kali
SRIPOKU/COM/SUGIH MULYONO
Anggota TNI Detasemen Polisi Meliter (Denpom) 2/4 Kodam II Sriwijaya saat menggelar razia dan menyuruh seorang pengendara melepas stiker berlogo TNI dan Polri.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Untuk menindak oknum anggota TNI dan Polri yang menyalahi aturan seperti tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan serta untuk mengantisipasi adanya oknum anggota yang kedapatan membawa narkoba, Anggota TNI Detasemen Polisi Meliter (Denpom) 2/4 Kodam II Sriwijaya bersama Provost Polda Sumsel, menggelar razia, Rabu (21/1).

Komandan Detasemen Polisi Meliter (Denpom) 2/4 Kodam Sriwijaya Palembang Letkol CPM, Rory Ahmad Syembiring mengatakan, razia yang dilakukan merupakan razia yang akan dilakukan sepanjang tahun 2015 dengan sandi 'Wasapda Wira Lembing'.

"Razia ini dilakukan serentak se- Indonesia berdasarkan perintah Panglima TNI. Razia kita lakukan selama satu tahun dalam 4 triwulan dengan jumlah 156 hari. Ini dilakukan secara acak dan dirahasiakan," terangnya.

Dalam razia ini, dikatakan Rory, pihaknya juga melibatkan Pom AL, Pom AU serta Provos Polda Sumsel dengan total jumlah personel hingga berjumlah 60 personel. Menurutnya, sasaran razia yang dilakukan pihaknya tak lain adalah oknum anggota yang melanggar aturan.

"Adapun sanksi yang akan diberikan kepada okum anggota yang melanggar, itu dilakukan secara bertahap. Terlebih dahulu akan melakukan peringatan kepada oknum anggota yang terjaring razia ini untuk melengkapi surat kendaraanya. Namun apabila hingga bulan Februari 2015 mendatang anggota tersebut masih tidak melengkapi, maka dilakukan penyidikan oknum anggota tersebut secara kemiliteran," ungkapnya.

Sebelum razia ini dilakukan, dikatakan Rory, pihaknya juga sudah melakukan soslisiai dengan melayangkan surat kepada semua kesatuan. Itu dilakukan agar mereka siap dan melengkapi surat kendaraan apabila akan beraktifitas di luar.

"Apabila ada anggota yang membawa narkoba, maka itu tidak ada ampunan bagi yang bersangkutan," tegasnya.

Pantauan di lokasi razia seperti di Jalan A Rozak Patal-Pusri dan Jalan Gubernur H Bastari, tampak seorang anggota TNI terjaring razia karena okum TNI tersebut memiliki SIM kadaluarsa, sehingga oleh anggota Denpom langsung didata dan disidangkan di tempat.

Bahkan anggota Denpom dan Provos Polda Sumsel menyuruh pengedara sepeda motor dan mobil yang memasang stiker berlogo TNI dan Polri membuka paksa stiker tersebut. Selain itu, si pengendara dihukum push up dan skot jam sebanyak 10 kali.

Penulis: Sugih Mulyono
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved