Tinggi Badan Pria Pengaruhi Kehidupan Rumah Tanggannya
Kondisi tubuh pendek atau tinggi ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap ukuran setelan jas pria, tapi juga kesuksesannya menjalani hubungan pernika
SRIPOKU.COM - Kondisi tubuh pendek atau tinggi ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap ukuran setelan jas pria, tapi juga kesuksesannya menjalani hubungan pernikahan. Demikian menurut studi terbaru dari para sosiolog dari NYU. Mereka meneliti data otentik yang diperoleh dari Panel Study of Income Dynamic (PSID) yang mana telah mengumpulkan informasi yang sama pada 4.500 keluarga sejak tahun 1968.
Pada studi tersebut, peneliti menganalisis data dari tahun 1968 sampai 2011 untuk mengetahuipengaruh tinggi badan pria dengan kondisi pernikahan . Klasifikasi dibagi menjadi pria dengan pendek lebih dari 166 cm pada tahun 1986, lalu pria lebih pendek dari 167 cm pada tahun 2009 atau rata-rata, serta pria lebih dari 174 cm. Peneliti juga memastikan penghasilan, pendidikan dan perbedaan tinggi tubuh antara pasangan dan pria yang sudah berstatus menikah. Contohnya, pada tahun 1986 silam, sebanyak 92,7 persen pria bertubuh lebih tinggi dari pasangannya.
Berdasarkan data tersebut, peneliti mendapatkan kesimpulan terkait pola hubungan yang terjadi antara pria bertubuh pendek dan tinggi.
Kehidupan percintaan bagi pria bertubuh pendek
Umumnya, pria bertubuh pendek lebih lambat menikah ketimbang pria dengan tinggi rata-rata atau lebih. Pria bertubuh pendek lebih menyukai perempuan berusia lebih muda dengan tingkat pendidikan kurang. Dalam sekali pernikahan, mereka jarang sekali mengerjakan pekerja rumah dan memiliki penghasilan lebih tinggi ketimbang pasangannya.
Mengapa? Para peneliti berhipotesis bahwa tinggi badan pria berkaitan dengan maskulinitas. Pria bertubuh pendek mungkin menggunakan banyak aspek lainnya dalam sebuah hubungan. Misalnya, pendapatan, pekerjaan rumah, dan lainnya untuk menyamarkan kesan standar sebuah persepsi maskulin. Sejumlah pria bertubuh pendek kerap mengaitkan penghasilan dan pekerjaan rumah dengan pemikiran konsep gender tradisional.
Kehidupan percintaan bagi pria bertubuh tinggi
Pria bertubuh tinggi lebih cepat menikah , demikian menurut hasil penelitian. Namun mereka berisiko mengalami perceraian dalam rumah tangga pada nantinya. Ini menjadi alasan mengapa pria bertubuh pendek lebih stabil kondisi dan usia pernikahannya .
Pengaruh ini diakui para peneliti karena waktu keputusan untuk menikah pun membuat pria bertubuh pendek bersikap selektif dalam memilih pasangan hidup. Lebih lanjut, penelitian juga menyebutkan bahwa pria bertubuh tinggi lebih menyukai perempuan dengan usia sebaya serta lebih berpendidikan. Mengapa? Peneliti menulis dalam laporannya, “Dari perspektif pertukaran model hubungan menjadi indikasi bahwa pria bertubuh tinggi lebih atraktif dalam memilih pasangan dengan pendidikan lebih tinggi, Ini berkebalikan dengan pria bertubuh pendek.”
Lebih lanjut peneliti menyimpulkan bahwa pernikahan dan perceraian adalah implikasi dari strata sosial ekonomi dan akumulasi aset, yang setelah diobservasi berpengaruh terhadap tinggi tubuh pria secara langsung. Begitu pula hanya dengan proses mobilitas demografik. Memang, penelitian ini tak akan membuat seorang pria lantas dinilai berdasarkan tinggi badannya. Bagaimana menurut Anda?
Ridho Nugroho / Huffingtonpost