Pengamen dan Penumpang Bus AKAP "Begoco" di dalam Bus

Karena ada penumpang yang tidak memberikan uang, pengamen ini diduga emosi dan memukul salah seorang penumpang bernama Umar.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Sejumlah pengamen diduga memalak penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) PO Sahabat E 7832 KA, saat melintasi Kota Lubuklinggau, Jumat (9/1/2015).

Penumpang bus rute Taluk Kuantan Riau ke Pati (Jateng) itu diduga dipalak saat dalam perjalanan di antara Terminal Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I, hingga ke Simpang Tiga Lintas Lubuklinggau, sekitar pukul 12.30.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, mulai dari terminal Petanang, naik beberapa pengamen ke dalam bus. Para pengamen ini, mengamen secara bergiliran.

Karena ada penumpang yang tidak memberikan uang, pengamen ini diduga emosi dan memukul salah seorang penumpang bernama Umar.

Melihat ada penumpang dipukul, penumpang lainnya kemudian membalas memukul sang pengamen, sehingga terjadilah keributan dalam bus tersebut.

Saat kejadian, salah seorang pengamen mengeluarkan pisau dan mengancam penumpang sambil memaksa meminta uang.

Penumpang yang takut melihat ada pengamen yang membawa pisau kemudian memberikan uang kepada pengamen tersebut.

Melihat kondisi keributan dalam bus, sang sopir kemudian memberhentikan bus di Simpang Tiga Lintas Lubuklinggau. Kebetulan, di pertigaan tersebut ada pos polisi.

Lalu kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada petugas di pos tersebut. Petugas kemudian datang ke bus, lalu membawa bus berikut penumpang dan pengamen yang belum sempat turun ke Mapolres Lubuklinggau.

"Memang biasa pengamen masuk ke bus. Biasanya saat saya berhenti di terminal, mereka naik. Tapi kali ini saya dengar di belakang ada ribut-ribut, rupanya penumpang dan pengamen itu yang ribut-ribut," ungkap Agus (47), sopir bus PO Sahabat, diwawancarai Sripo di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (9/1/2015).

Mendengar ada keributan tersebut, dia terus saja menjalankan bus. Sesampainya di Simpang Tiga Lintas, baru ia memberhentikan bus.

Dan perwakilan dari agen yang ikut dalam bus tersebut kemudian langsung melapor ke pos polisi yang ada di Simpang Tiga Lintas tersebut.

Selanjutnya setelah polisi datang, bus beserta penumpang dan pengamen yang belum sempat turun, dibawa ke Mapolres Lubuklinggau.

"Kalau ngamen itu ya sudah biasa. Tapi namanya penumpang, ada yang ngasih ada yang tidak. Pengamen ini maksa minta uang dan ngamcam pakai pisau," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved