Pesawat AirAsia Hilang

Cari Kotak Hitam, Prancis Kirim Tenaga Ahli dan Peralatan

Penyidik BEA membantu investigasi semua kecelakaan pesawat terbang yang melibatkan pesawat Airbus, yang perusahaan pembuatnya berbasis di Perancis.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PARIS -- Biro penyidik kecelakaan Perancis (BEA), menyatakan tim pencari spesialis kotak hitam berikut perlengkapannya akan tiba pada Jumat (2/1/2014) pagi di area jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.

Penyidik BEA membantu investigasi semua kecelakaan pesawat terbang yang melibatkan pesawat Airbus, yang perusahaan pembuatnya berbasis di Perancis.

Laut yang bergolak menghentikan sementara upaya penyelam mencapai lokasi puing pesawat pada Kamis (1/1/2015). Diperkirakan butuh waktu sekitar sepekan untuk mencari dan menemukan kotak hitam pesawat yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) tersebut.

"Pada Jumat pagi waktu setempat, kapal akan membawa para penyidik ke lokasi pencarian, bersama peralatan pencari termasuk hydrophones yang diperlukan untuk menentukan lokasi acoustic beacons dari kedua flight (data) recorder," ujar pernyataan BEA, Kamis.

Pada Selasa (30/12/2014), tim pencari mendapati temuan pertama berupa kepingan pesawat dan tiga jenazah yang memastikan terjadinya kecelakaan AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, sekitar 100 mil di barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sumber: Kompas.com
Tags
AirAsia
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved