Romi Herton Minta Kirimi Buku-buku Agama dan Novel

Lima bulan berada di dalam sel tahanan POM DAM Jaya, Guntur, Walikota Palembang non aktif Romi Herton sepertinya lebih religius.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Lima bulan berada di dalam sel tahanan POM DAM Jaya, Guntur, Walikota Palembang non aktif Romi Herton sepertinya lebih religius.

Pria berkumis ini setiap kali dijenguk pihak keluarga selalu minta dibawakan buku-buku agama dan novel-novel.

Berada di dalam rumah tahanan yang sama dengan beberapa napi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tidak membuat Romi terkungkung. Ia malahan menjadi lebih kreatif.

Seperti beberapa saat lalu, saat rehat sidang, Romi spontan memanggil keluarga untuk mendengarkan lagu buatannya bersama Andi Mallarangeng, tahanan KPK kasus Wisma Atlet.

"Iya. Bapak sekarang kalau kita datang selalu titip pesan minta dibawakan buku-buku agama. Di sana secara spritual bapak lebih banyak merenung dan intropeksi. Dia juga lebih kreatif karena teman-temannya di dalam sel memang smart-smart," ungkap salah satu pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya ketika akan menjenguk Romi di rutan Guntur, Senin (29/12/2014).

Diungkapkan wanita berkerudung tersebut, kedatangannya kali ini lantaran saat momen perayaan natal ia belum sempat menjenguk Romi.

Hari ini ia terpaksa sendirian, meskipun sebenarnya keempat anak Romi ingin sekali datang tapi masih menunggu anak Romi paling tua Muhammad Gerry Swastika Herton yang sedang sekolah di Australia libur.

"Yah terpaksa sendiri datang, tadinya Aurel, Nezzie dan Aron pengen ikut tapi masih nunggu kakaknya," ucap wanita tersebut yang mengaku terpaksa harus pulang pergi Palembang-Jakarta untuk menjenguk Romi.

Ketika ditanya Sripoku.com, apa persiapan menjelang sidang lanjutan tanggal 8 mendatang? Wanita cantik tersebut mengatakan, tidak ada persiapan apapun dari pihak keluarga.

Karena diakuinya Romi sendiri dalam kasusnya tidak ingin keluarga terlibat terlalu jauh. Romi hanya meminta keluarga senantiasa berdoa agar diberikan jalan keluar terbaik dalam kasusnya.

"Sebenarnya dari awal penangkapan kami (pihak keluarga) merasa sangat prihatin apa yang menimpa bapak. Tapi mau bagaimana lagi mungkin ini sudah jalannya. Kita pasrah dan tawakal saja. Serahkan dengan yang di atas," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved