Demo Buruh di Kantor Gubernur Sumsel
"Kita Jadi Buruh 20 Tahun, Tabungan Pun tak Ada"
Kita ingin hidup layak bukan ingin kaya. Apakah anak kita jadi buruh juga
Penulis: Deryardli | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ribuan buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel berunjuk rasa menuntut penetapan UMP 2015 di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Rabu (17/12/2014).
Orator massa aksi mengungkapkan, pihaknya menuntut upah layak Rp2,9 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
"Kenapa kaum buruh tiap tahun turun ke jalan? Karena buruh menuntut upah layak. Kondisi saat ini menekan buruh. Gaji pun tidak cukup, apalagi beli mobil," katanya.
Orator mengatakan, perusahaan harus memenuhi hidup pegawainya yang bekerja. Dan pemerintah katanya harus memikirkan masyarakat.
"Apa ada buruh yang kaya? Tidak ada! Kita jadi buruh 20 tahun, tabungan pun tak ada. Kita ingin hidup layak bukan ingin kaya. Apakah anak kita jadi buruh juga," tegasnya.
Pantauan Sripoku.com, ribuan massa buruh masih menduduki Kantor Gubernur Sumsel. Di sisi lain, Dewan Pengupahan yang terdiri dari massa pengusaha dan buruh masih membahas UMP Sumsel 2015.