Komplotan Asal Muaraenim Tipu Kades di Bengkulu Utara

Ketiganya mengaku sebagai PNS di lingkungan Pemerinah Provinsi Bengkulu dari Dinas Koperasi, yang dapat memberikan bantuan kredit usaha rakyat.

Komplotan Asal Muaraenim Tipu Kades di Bengkulu Utara
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, BENGKULU -- Pi (27), Kh (31) dan No (30), tiga warga Muara Enim, Sumatera Selatan melakukan aksi penipuan terhadap beberapa kepala desa di Kabupaten Bengkulu Utara.

Ketiganya mengaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerinah Provinsi Bengkulu dari Dinas Koperasi, yang dapat memberikan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 100 juta. Syaratnya, para kepala desa harus menyetor uang sebesar Rp 1,5 juta kepada ketiganya.

Ketiganya sempat dikejar oleh ratusan warga desa sebelum diserahkan ke Polres Bengkulu Utara, Minggu (30/11/2014).

Kepala Desa Sukarami, Bengkulu Utara, Admin Haryono, mengisahkan, ketiga pelaku mendatangi rumahnya untuk menawarkan bantuan tersebut. Namun saat itu dia tak berada di rumah. Ketiga pelaku akhirnya bergeser mencari mangsa di desa lainnya.

Ternyata, ketiga pelaku menuju rumah Kades Kembang Manis dan Balam. Setelah meyakinkan kepala desa di sana, mereka pun berhasil mendapatkan sejumlah uang. "Saya belum menjadi korban penipuan ketiga pelaku itu. Hanya kades desa Balam dan Kembang Manis yang sudah menyetor uang," kata Admin Haryono.

Masih menurut Haryono, beberapa saat kemudian ia dihubungi kedua kades yang menjadi korban penipuan tersebut. Mengetahui rekan sesama kades telah ditipu, maka ketiga kades ini merencanakan pertemuan dengan ketiga pelaku di tempat yang telah disepakati.

Ketiganya menyatakan ada kades lain yang siap untuk memberikan sejumlah uang asal mendapatkan program KUR. Pesan itu dikirimkan melalui SMS ke ponsel pelaku. Setelah tempat dan waktu pertemuan disepakati, mereka pun bertemu. Namun ternyata, ketiga pelaku mulai mencium gelagat tak beres.

Saat mendekati lokasi pertemuan, ketiga pelaku melarikan Xenia berpelat merah palsu, yang mereka tumpangi. Aksi saling kejar terjadi antara pelaku dan warga desa. Ketiga pelaku akhirnya menyerah setelah ban depan sebelah kiri pecah. Ketiganya lalu diserahkan ke Polres Bengkulu Utara.

Wakil Kepala Polres Bengkulu Utara, Kompol Arif Surahman membenarkan kasus tersebut. "Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Bengkulu Utara. Adapun Barang Bukti yang diamankan, Satu unit mobil Xenia, tiga ponsel, dan beberapa berkas milik pelaku," kata Arif.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved