Setelah 14 Bulan Pakai Token, Tiba-tiba Datang Tagihan Pascabayar
Tidak ada petugas PLN baik di Kantor Wilayah Palembang maupun di Kenten yang memberikan solusi.
Penulis: Sugih Mulyono | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Setelah meninggalkan meteran sistem pascabayar dan beralih ke prabayar (Token-red), Andi Salani (31), salah satu pelanggan PLN terkejut bukan kepalang. Pasalnya setelah 14 bulan menggunakan sistem Token, tiba-tiba mendapat tagihan rekening listrik pascabayar sebesar Rp 1,3 juta.
"Saya sangat terkejut ketika datang tagihan listrik itu, padahal saya sudah menggunakan Token selama 14 bulan dan itu yang masang juga langsung orang PLN. Biasanyakan tagihan listrik itu datang apabila kita tiga bulan menunggak dan orang PLN akan memutus, tapi ini setelah 14 bulan baru datang. Ini ada apa ?," ungkapnya, Senin (24/11).
Menurut keterangan warga Jalan Naskah II Komplek Bukit Naskah Indah Blok I No 4 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang ini, sebelum beralih ke sistem prabaya, awalnya ia hanya ingin menambah daya. Namun, ia kemudian disarankan oleh seorang petugas PLN untuk mengganti dengan meteran Token.
"Karena tidak ingin berbeli-belit, jadi saya ikuti saja sarannya dan petugas PLN itu meminta uang Rp 500 ribu untuk mengurus dan mengganti meteran serta menambah daya dari 900 jadi 1300," katanya.
"Selang beberapa hari, petugas PLN itu datang lagi dan bilang jika pulsa token akan habis. Karena saya baru memakainya dan belum tahu tempat membelinya, jadi saya kembali mengikuti sarannya agar ia saja yang mengisikan dan memasukkannya langsung," ungkapnya.
Namun dua bulan terakhir, Andi mengaku, tidak dapat mengisi token yang telah dibelinya. Bahkan tidak hanya itu, tiba-tiba muncul tagihan tunggakan rekening listrik pascabayar selama 14 bulan sesenilai Rp 1.3 juta lebih. Ia juga diminta mendatangi kantor PLN, tetapi terkesan dilempar ke sana ke sini. Tidak ada petugas PLN baik di Kantor Wilayah Palembang maupun di Kenten yang memberikan solusi.
"Mereka mati-matian minta dibayar tagihan itu. Kenapa pelanggan yang ditekan, padahal kesalahan bukan di pelanggan," katanya kesal.
Meteran token yang dipasangkan di rumahnya atas nama Hendry Suryanto. Ia baru mengetahui jika meteran miliknya dipasang atas nama orang lain dan bukan atas namanya. Parahnya lagi, orang yang pertama kali memasangkan meteran token di rumahnya tidak tahu lagi keberadaanya.
"Nomor telepon yang pernah diberikan orang tersebut juga tidak aktif lagi. Padahal saya ingin menanyakan kenapa meteran yang dipasang di rumah saya bisa atas nama orang lain dan juga kenapa tiba-tiba muncul tagihan rekening listrik yang lama saya tinggalkan," tuturnya.
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PLN Wilayah WS2JB, Lilik Hendro Purnomo ketika dikonfirmasi menuturkan, jika migrasi dari listrik pasca bayar ke prabayar biasanya akan langsung diputus dan tidak akan ada lagi tagihan dari listrik pasca bayar.
"Bila memang masih ada tagihan, silahkan bawa berkas dan jumlah tagihan untuk dilakukan pengecekan. Karena bila migrasi tidak ada lagi tagihan," katanya.