Gadis 14 Tahun Berseragam SMP Ditarik ke Semak-semak, Diperksosa Dua Kali

Namun, bukannya berjalan-jalan yang didapatkan korban, gadis manis berusia (14) ini justru dipaksa dan dibawa ke semak-semak

Gadis 14 Tahun Berseragam SMP Ditarik ke Semak-semak, Diperksosa Dua Kali
Ilustrasi

SRIPOKU.COM-Pemerkosaan itu bermula dari  bujuk rayuan gombal pelaku,  yang akhirnya bisa mengajaknya berjalan-jalan serta melihat desa Lembak.

Namun, bukannya berjalan-jalan yang didapatkan korban, gadis manis berusia (14) ini justru dipaksa dan dibawa ke semak-semak lalu diperkosa sembari diancam.

Parahnya lagi, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku ketika korban masih menggunakan seragam SMP, saat hendak pulang dari sekolah.

Peristiwa ini akhir terkuak setelah korban menceritakan kejadian nahas yang dialami. Terlebih lagi saat korban mengeluh sakit di bagian kemaluan lalu menceritakan kejadian dialaminya ke ibunya.

FW (14), demikian nama gadis ini yang tinggal warga Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.
mengatakan diperkosa seorang pengangguran di semak-semak Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim.

Gadis mungil ini  menuturkan diperskosa dua kali berturut-turut oleh Indra Sati alias Soleh (16), warga Dusun Talang Baru Desa Lembak Rabu (8/10) sekitar pukul 14.00.

Keluarga korban yang mendapat cerita itu, lantas tidak terima dan bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lembak Kabupaten Muaraenim.

"Saya diperkosa pelaku sebanyak dua kali," ujar korban sedih dihadapan polisi. Sementara atas perbuatan yang dialami anaknya tersebut, pihak keluarga pelaku berupaya melakukan perdamaian.
Namun, keluarga korban menolak dengan alasan anaknya masih mau melanjutkan sekolah dan meminta pelaku tetap diproses secara hukum.

Kapolsek Lembak, Ajun Komisaris M Ikhsan, membenarkan adanya laporan warga yang mengaku anaknya diperkosa pria yang merupakan pengangguran.

"Korban didampingi keluarga sudah melapor ke kita, sampai saat ini kita masih akan lakukan pemeriksaan," ujar Ikhsan.
Ikhsan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan visum terhadap korban, meski sebelumnya keluarga korban sendiri sudah melakukan visum ke rumah sakit.

"Jadi korban ini sudah divisum pihak keluarga, nanti kita akan visum lagi. Jika nanti terbukti, maka pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan akan kita ringkus," tegasnya. (eds)

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved