Breaking News

Harga BBM Naik

"Tidak Mungkin Kami Puaskan Semua Orang"

"Itulah luar biasanya demokrasi. Senang sekali, prosesnya dinamis, bisa kami pahami," ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan angkat bicara soal fenomena tanda pagar atau tagar #ShameOnYouJokowi dan #SalamGigitJari yang marak ditulis oleh para pengguna Twitter. Tagar itu muncul pasca-pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Itulah luar biasanya demokrasi. Senang sekali, prosesnya dinamis, bisa kami pahami," ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan, Selasa (18/11/2014).

Andi mengatakan, Jokowi pun tak memberikan instruksi khusus terkait protes masyarakat terhadap kenaikan harga BBM tersebut. Menurut dia, reaksi dari masyarakat sudah bisa diatasi.

"Presiden juga bilang, tidak mungkin kami puaskan semua orang. Ini keputusan sulit," kata Andi.

Menurut dia, meski mendapat tentangan, Jokowi tak berniat menunda-nunda pengumuman kenaikan harga BBM bersubsidi karena akan sangat berpengaruh terhadap anggaran belanja.

"Tahun ini, ratusan triliun bisa langsung dihemat. Misalnya, musim tanam Oktober-Maret 2015 bisa langsung dikejar, berarti soal ketersediaan pupuk, benih, perbaikan irgasi rusak harus dibangun. Maka itu bisa dilakukan dengan realokasi BBM ini," papar Andi.

Jokowi, lanjut dia, juga hanya memberikan pengarahan kepada para menteri yang bertugas menyalurkan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Jokowi ingin memastikan bahwa bantuan tunai kepada masyarakat miskin bisa tersalurkan hingga 2 Desember mendatang.

Sebelumnya diberitakan, pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi, para netizen menyatakan sikap. Sebagian mencibir kenaikan harga BBM bersubsidi yang dipandang menyengsarakan rakyat. Cibiran tersebut diarahkan ke pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo.

Dalam waktu singkat, kenaikan harga tersebut menjadi trending topic di Twitter, termasuk hashtag atau tagar #ShameOnYouJokowi dan #salamgigitjari. Kedua kata kunci ini berada di urutan kedua dan ketiga. Urutan teratas adalah #BBMNaik.

"Malam ini sy dedikasikan untuk retweet #ShameOnYouJokowi. Rakyat tidak boleh diam dg model pemimpin lalim seperti ini.. #ShameOnYouJokowi," ujar @DanilMujib.

"Ketika harga minyak dunia turun, pemerintah malah naikan BBM, maka ini saatnya kita bilang #ShameOnYouJokowi," kicau @JoacquinAdam.

Presiden Jokowi bersama kabinetnya resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi membuat harga BBM premium menjadi Rp 8.500 dan solar menjadi Rp 7.500.

Sumber: Info Komputer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved