Penutupan Penambangan Batubara Perlu Kajian Mendalam

Muzakir Sai Sohar mengaku riskan dan perlu pengkajian mendalam soal rekomendasi dan desakan masyarakat untuk menutup penambangan batubara

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar mengaku riskan dan perlu pengkajian mendalam soal rekomendasi dan desakan masyarakat untuk menutup penambangan batubara Atas Dapur milik PTBA Persero, di Tanjungenim.

"Bicara PTBA menyangkut kepentingan negara dan masyarakat, secara komprehensif. Jadi untuk menghentikan akan berdampak luas seperti tenaga kerja yang ada di PTBA dan lain-lain," kata Muzakir, yang mengaku sudah meninjau ke lokasi penambangan Atas Dapur, Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, Selasa (28/10/2014).

Menurut Muzakir, bila berbicara rekomendasi penutupan kawasan tambang Atas Dapur tentunya akan berdampak luas bagi semua elemen masyarakat di Tanjungenim, tidak hanya berdampak pada PTBA yang menjadi aset usaha negara. Untuk itu, tidaklah mudah menutup usaha pertambangan milik PTBA (wilayah atas dapur). Dikarenakan PTBA merupakan perusahaan objek vital nasional sebagai BUMN yang dilindungi oleh negara. Dan banyak pihak yang terkait dalam kelangsungan perusahaan tambang ini, seperti negara (pemerintah) dan DPR.

"Nanti coba kita panggil pihak PTBA untuk membicarakan hal ini agar tidak ada dampak buruknya, baik kepada masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTBA melalui Sekretaris Perusahaan Joko Pramono, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas perhatiannya kepada PTBA pada usaha yang ada di Atas Dapur, terkait etika dan estetika usaha. Mengenai masalah penambangan atas dapur pihaknya sudah melakukan sesuai proses dan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk sudah adanya AMDAL, RKAB, izin syarat dan supervisi lingkungan baik dari Provinsi maupun Pusat, sehingga melegalkan kawasan itu.

Dan sesuai peraturan daerah Pemkab Muaraenim kawasan ini nantinya pada 2049 secara bertahap akan dijadikan beberapa zona seperti zona penerima, pariwisata, pertanian, perikanan dan industri, setelah (pasca) penambangan yang akan dilakukan pada 2015.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada keluhan dari masyarakat Tanjungenim atas kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PTBA di wilayah Atas Dapur, Tanjungenim.

Kemudian masyarakat mendatangi DPRD Kabupaten Muaraenim mengadukan permasalahan tersebut. Lalu dari hasil pertemuan, akhirnya DPRD Muaraenim, mengeluarkan rekomendasi kepada Bupati Muaraenim untuk menghentikan kegiatan penambangan PTBA di lokasi atas dapur tersebut.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved