Speedboat Tenggelam di Selat Bangka
Rendi, Korban Speedboad Family Group Baru Teridentifikasi
Jasad Rendi, sebelumnya ditemukan di perairan hanya tinggal bagian bokong, kedua kaki, satu tangan kiri dan beberapa potong tulang belakang.
Penulis: Yuliani | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Setelah selama dua bulan melakukan identifikasi, DVI Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara baru mengetahui identitas jasad kantong nomor 2, dari penumpang Speedboad Family Group asal Sungai Lumpur yang tenggelam di Pulau Maspari Bangka Selatan, Selasa (5/8/2014) lalu. Jasad tersebut teridentifikasi atas nama Rendi Wijayanto (1,8), warga Dusun Kepompong, Kecamatan Toboali Bangka Selatan.
Jasad Rendi, sebelumnya ditemukan di perairan hanya tinggal bagian bokong, kedua kaki, satu tangan kiri dan beberapa potong tulang belakang. Kondisi itu membuat pihak DVI Forensik RS Bhayangkara kesulitan. Sehingga, mengirim sampel bagian tulang belakang untuk Deoxyribose Nucleic Acid (DNA) dengan sampel selaput dinding pipi, sebagai pembanding.
"Sampel tulang belakang korban dari Polda Sumsel kita kirim ke Mabes Polri. Sedangkan, sampel selaput dinding pipi ibu korban (Katemi-red), karena bapaknya sudah meninggal, dikirim dari Lampung ke Pusat Labotorium Mabes Polri," ujar Dokter Forensik RS Bhayangkara Kompol Dr Mansuri, Kamis (23/10/2014).
Setelah dua sampel dikirim ke Labotorium Mabes Polri, jasad teridentifikasi dengan dikeluarkannya Sertifikat Kematian Nomor: SERT/010/X/2014/DVI. Jika jasad korban dengan label jenazah: A/SL/002, atas nama Rendi Wijayanto.
"Berdasarkan pemeriksaan dan analisa terhadap seluruh DNA dan sampel barang bukti, maka disimpulkan bahwa label jenazah: A/SL/002 teridentifikasi sebagai anak biologis Ibu Katemi. Proses selama dua Minggu di pusat dan hasil resmi kita terima 20 Oktober lalu," jelas Mansuri.
Sekitar pukul 13.30 siang, pihak RS Bhayangkara menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga, yakni kerabat terdekat, Adiyanto (36), warga Tulang Bawang, Lampung dan menanggung semua biaya di RS Bhayangkara, termasuk biaya transportasi sampai ke rumah duka di daerah Tulang Bawang, Lampung.