Palembang Diperkirakan Masih Kemarau

Indra mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, Palembang diprediksi masih berada dipuncak kemarau hingga akhir September.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika Kelas II Kenten belum bisa menyimpulkan hujan yang mengguyur Palembang kemarin menandai musim hujan.

"Terlalu dini menyimpulkan Palembang musim hujan karena hujan baru pertama kali muncul, dua hingga tiga hari kedepan kalau hujan terus terun dengan intensitas tinggi maka baru bisa disimpulkan peralihan kemarau ke musim hujan ," ujar Kasi Data dan Informasi BKMG Kelas II Kenten, Indra Purna, Jumat (19/9/2014).

Indra mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, Palembang diprediksi masih berada dipuncak kemarau hingga akhir September. Hujan baru akan turun di awal Oktober. Hujan yang turun kemarin pun bukan hujan buatan alias murni hujan air sebab selama ini belum ada upaya rekayasa hujan buatan yang dilakukan oleh dinas terkait.

"Hujannya masih hujan lokal dengan intensitas rendah dan belum merata jadi Palembang masih berada di musim kemarau," imbuh Indra.

Intensitas hujan lokal yang sangat rendah dan tidak merata diprediksi belum bisa mengusir kabut asap yang ada. Kabut asap masih akan terjadi karena Palembang bukan sumber kabut asap tetapi mendapat kiriman dari kabupaten kota lain di Sumsel. Jadi jika kabut asap kemarin diguyur hujan maka kabut asap dari asalnya masih akan tetap sampai ke Palembang karena tiupan angin.

Jika kabupaten kota penyebab kebakaran diguyur hujan deras maka bisa saja asap kiriman bisa sedikit reda. Tapi jika tidak ada hujan maka akan tetap ada kiriman kabut asap.

Kabut asap yang menyelimuti Palembang hingga kemarin terpantau cukup tebal khususnya pagi hari. Jarak pandang masih dirasakan aman karena berkisar 2-5 KM. Messki jarak pandang masih aman tapi penggendara khususnya pelayaran air diminta lebih waspada saat melintas. Khusus untuk keperluan penerbangan bandara biasanya selalu diinformasikan prakiraan cuaca terkini setiap harinya sebagai acuan penerbangan. (TS)

Tags
kemarau
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved