Harga Karet Jeblok, Alex Ikut Merampok

Saat berhenti itulah ketiga temannya yang telah menunggu mengancam dan meminta kunci mobil serta ponsel milik korban.

Harga Karet Jeblok, Alex Ikut Merampok
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Pelaku perampokan sopir travel dengan modus menjadi penumpang, Alex (20) warga Ngulak III Kecamatan Sangga Desa terikat di kursi Polsek Babat Toman, Sabtu (20/9/2014). 

SRIPOKU.COM, BABAT TOMAN — Apa yang dilakukan kawanan perampok saat ini benar-benar mengerikan. Mereka bukan saja beraksi di malam hari dan di tempat sepi, tetapi kini mereka terang-terangan melancarkan aksinya pagi hari saat orang ramai melintas.

Kejadian demikian dialami Zainal Abidin (65), warga Tangga Buntung Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang. Ia menjadi korban aksi perampokan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu Babat Toman tepatnya di Desa Rantau Panjang, sekitar pukul 09.00 pagi, Jumat (19/9/2014). Ia yang merupakan sopir travel ini dicegat empat orang kawanan perampok yakni Alek (20), Ebit (23), Win (28) dan Serli (29), warga Ngulak III Kecamatan Sanga Desa.

“Saat saya berada di Desa Rantau Panjang, pelaku meminta stop di TKP, ternyata di sana sudah ada tiga orang temanya. Disana saya ditodong menggunakan senjata api dan senjata tajam karena takut saya pasrah saat pelaku melarikan mobil Xenia dan satu unit ponsel saya,”ujar Zainal saat melapor ke Polsek Babat Toman, Sabtu (20/9/2014)

Diceritakan Zainal, pelaku naik travelnya dari Km 5 Palembang, dan meminta antar ke Lawang Wetan, tidak ada hal aneh selama perjalanan. Sampai ditempat tujuannya pelaku meminta stop, dan saat berhenti itulah ketiga temannya yang telah menunggu mengancam dan meminta kunci mobil serta ponsel milik korban.

“Saat itu memang penumpang sudah turun semua, saya hanya bisa pasrah, setelah kejadian saya berjalan mencari pertolongan dan akhirnya saya minta antar ke Polsek Babat Toman,”ucap lelaki setengah baya ini.

Kapolsek Babat Toman AKP Imam Abdi mengatakan, memang benar telah terjadi curas, korban sudah melapor dengan no LP/B-90/IX/SEK BBT TOMAN tangal 19 September 2014. Berdasarkan laporan korban, tim buser kita langsung mengejar keempat pelaku yang diduga bersembunyi ke dalam hutan Desa Ulak Paceh. "Saat kita menyisir pinggiran huta kita menemukan mobil Xenia dengan nomor polisi B 1558 PKC warna hitam yang langsung kita bawa, dan kita juga berhasil menangkap satu orang pelaku atas nama Alek (20) seorang buruh warga Sanga Desa, dan saat ini tim kita maih terus mengejar tiga pelaku lain.

“Saat ini kita maish mengejar tiga pelaku lagi yang diduga masih berada di dalam hutan, Alex saat kita tangkap tidak banyak melakukan perlawanan sehingga tidak perlu kita lumpuhkan. Atas kejadian ini kita himbau supir travel agar waspada dengan modus pelaku pura-pura jadi penumpang,” jelas Imam.

Sementara itu Alex mengatakan, apa yang dilakukanya karena terhimpit masalah ekonomi. Saat ini menurutnya, ia yang merupakan buruh tani karet tidak bisa lagi menyadap karet karena getah karet murah, karena itulah dirinya coba-coba ikut temanya menodong.

“Saya cuma coba-coba, ikut teman, ini pun karena harga karet murah jadi begini,” katanya sambil menunduk.

Tags
Muba
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved