Ka'bah Palembang Pakai Kain Selubung Aslinya Ka'bah Mekkah

Proses pengerjaan pembangunan duplikasi ka'bah di komplek Asrama Haji Palembang hingga kemarin, Selasa (16/9) sudah mencapai 70 persen.

Penulis: Husin | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Proses pengerjaan pembangunan duplikasi ka'bah di komplek Asrama Haji Palembang hingga kemarin, Selasa (16/9) sudah mencapai 70 persen. Sementara untuk kain selubung (kiswah), saat ini Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH sudah mengajukan permintaan (merasani) Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar kain di sejumlah museum di Arab Saudi diberikan ke Sumsel.

Pembangunan duplikasi Ka'bah dengan ukuran sebenarnya ini dibangun oleh CV Versa Anugrah Abadi dengan nilai total kontrak Rp 725.368.000, selama 120 hari. Sama dengan aslinya, dari sisi tampilan fisiknya, duplikasi Ka'bah ini memang tidak mengadopsi desain dan arsitektur bangunan canggih. Bentuknya sederhana, dengan ukuran panjang 13,16 m, lebar 11,53 dan tinggi 12,03 m. Di dalamnya ada sebuah ruangan berukuran sekitar 10 X 8 meter persegi, dengan sejumlah pilar.

Saat ini pengerjaan memasuki tahap membentukan batu bata, yang sebagian sudah diberi warna cat hitam dengan list dicat putih, di bagian lain, sejumlah pekerja mulai pembuatan sudut Hajar Aswad, sebagai titik awal dimulainya thawaf. Sementara untuk pintu ka'bah sudah selesai dibangun.

Dari pantauan sripo, untuk bangunan Hijir Ismail dan Maqam Ibrahim belum dimulai pengerjaanya, begitu juga dengan lintasan Sai sepanjang 450 meter dan lebar 30 meter. Hanya saja, lahan yang diperuntukan bagi ketiga komponen tersebut sudah disiapkan.

Direktur Utama PD Hotel Swarna Dwipa Augie Bunyamin didampingi Manager Pengelola Asrama Haji H Suroso mengatakan, pembangunan duplikasi ka'bah akan selesai akhir September ini. Hanya saja, secara keseluruhan akan lengkap dan mulai tertata dengan baik operasionalnya awal 2015 mendatang.

"Duplikasi ka'bah ini dibangun dengan ukuran sebenarnya. Dan ini murni ide dari Pak Gubernur," katanya.

Kiswah Ka'bah
Dikatakan Augie Bunyamin, agar tampilan duplikasi ka'bah memiliki nilai lebih dan menjadi objek wisata serta tempat manasik jemaah haji dan umrah, maka Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH sudah mengajukan permintaan kiswah aslinya yang pernah dipakaikan di ka'bah Masjidil Haram, Kota Mekkah.

"Pemprov Sumsel sedang mengupayakan agar duplikasi ka'bah ini menggunakan kiswah asli. Untuk urusan merasani kerajaan Arab Saudi, kita serahkan kepada Pak Gubernur. Kita doakan berhasil," katanya.

Terpisah Tokoh Agama Drs H Solihin Hasibuan MPdi menilai, adanya pembangunan duplikasi ka'bah, lintasan Sai, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail dengan ukuran sebenarnya, merupakan langkah maju bagi Sumsel, dan ide ini tidak pernah terpikirkan oleh kepala daerah lain di Indonesia. Menurutnya, menghadirkan Ka'bah dengan ukuran sebenarnya menjadi sarana pendidikan yang baik bagi calon jemaah haji dan umrah serta ajang pendidikan bagi anak-anak TK dan Usia Dini yang setiap tahun mencanangkan program manasik haji.

"Barangkali ini pertama di Indonesia. Selama ini manasik haji sering ditampilkan miniatur ka'bah dengan ukuran kecil sehingga saat tiba di Tanah Suci, banyak jemaah haji atau umrah kaget begitu melihat ka'bah yang besar dan megah," katanya.

Terkait permintaan kiswah Ka'bah ke Arab Saudi, Solihin berharap permintaan gubernur diterima. Pasalnya setiap 9 Dzulhijjah atau pada saat jemaah haji berada di Arafah, kiswah ka'bah diganti dengan kain yang baru.

"Sudah banyak kain kiswah yang diganti dan semua tersimpan di museum khusus. Jika satu kiswah bekas diberikan ke Sumsel, saya kira tidak jadi masalah. Biar Pak Gubernur yang melobi, beliau memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, terlebih sudah dekat dengan pangeran kerajaan Arab Saudi," papar Solihin.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved