Soal Lanud Gatot Subroto, Sumsel dan Lampung Bisa Promosikan Bersama

Gagasan untuk mewujudkan bandara Lanud Gatot Subroto di Waytuba perbatasan wilayah Lampung dan Sumsel menjadi bandara dwi fungsi

Penulis: Leni Juwita | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM.BATURAJA --- Gagasan untuk mewujudkan bandara Lanud Gatot Subroto di Waytuba perbatasan wilayah Lampung dan Sumsel menjadi bandara dwi fungsi (sebagai bandara TNI AD dan bandara komersil) mendapat apresiasi positif. Salah satunya dari Staf khusus Gubernur Sumsel Bidang Sistim Transportasi dan Pariwisata Drs Muhamad Jhonson.

Kepada Sripoku.com, Minggu (14/9/2014) Jhonson mengatakan, untuk  mewujudkan keinginan agar Lanud Gatot Subroto menjadi dua fungsi, pejabat dua provinsi (Sumatera Selatan dan Lampung) agar melakukan promosi bersama dengan meggandeng tour operator dari negara luar, pelaku ekspor komoditi.

Dalam promosi bersama tersebut dipaparkan manfaat postif serta keuntungan yang diperoleh setelah Lanud Gatot Subroto berfungsi juga sebagai bandara komersil.

Di kesempatan itu Jhonson mengatakan,  pihaknya sangat berterimakasih kepada group El-Jhon yang sudah berinisiatif untuk mewujudkan Bandara Lanud Gatot Subroto menjadi bandara dwi fungsi. Dikatakan Jhonson, patut disambut baik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkantong tebal. Baik wisatawan domestic, internasional maupun wisatawan yang memilik minat khusus (peneliti).

Tugas pihak terkait baik itu di tingkat Kabupaten maupun di provinsi berupya agar Bandara Lanud Gatot Subroto bermanfaat baik itu sebgaiai transfortasi udara untuk mengangkut wisata dari dan tujun Sumsel , kemudian juga potensi ekonomi bisa mangangut sayur mayor dari Sumsel khususnya Pagaralam dan Bandingangun ke pasaran Singapura.

“Dampak ekonomi, sosial dan budaya sangat luar biasa apabila dua provinsi ini bisa bersinergi,” terang Jhonson.

Dia menambahkan, pihaknya optimis kunjungan wisata dan ekspor komoditi akan semakin meningkat di dua provinsi bertetangga ini. Hasil komoditi beberapa kabupaten kota di Sumsel berpeluang meningkatkan perekonomian rakyat bila bisa langsung diekspor. Saat ini kata Jhonson, beberapa Kabupaten Kota di Sumsel sudah memiliki bandara komersil seperti Sekayu, Pagaralam dan Bandingagung.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Dr H Parhat Syukri SE MSi yangdidampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten OKU Aufa S Sarkomi SP MSc menjelaskan pihak El-Jhon dan Pangdam sudah melakukan survey untuk menjajaki potensi Lapangan Udara Gatot Subroto menjadi dwi fungsi.

“Survey lapangan sudah dilakukan , masih menunggu persyararatan-persyaratan termasuk menambah lintasan,” terang Kadisbudpar.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved