Sumsel Super League
Perebutan Posisi SSL Semakin Memanas
Sumsel Super League (SSL) kerja sama PT Payaraman Optimis Mandiri (POM) dengan KONI Palembang dan Kompas Grup semakin sengit .
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Semakin hari kompetisi sepakbola Sumsel Super League (SSL) kerja sama PT Payaraman Optimis Mandiri (POM) dengan KONI Palembang dan Kompas Grup semakin sengit . Hampir setiap pekan selalu terjadi kejutan.
Peta kekuatan dari tim-tim yang berlaga pun bisa dikatakan hampir berimbang, kendati tim yang menghuni papan atas pun bisa tumbang di tangan lawan.
Seperti kesebelasan yang menjadi kandidat juara di grup A PS Pertamina, pada pertandingan di Stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang Minggu (14/9) harus bertekuk lutut dari tim yang naik daun Persekeb Kebun Bunga dengan skor 2-1. Hasil itu sendiri tentunya menjadi kejutan, dimana memang tim PS Pertamina sendiri merupakan kekuatan di grup neraka yang dari awal kompetisi belum pernah tersentuh kekalahan.
Sementara Persekeb Kebun Bunga sendiri tidak begitu diperhitungkan di lokal ini, karena pada awal turnamen mereka harus kesulitan menghadapi musuhnya. Namun, perlahan tapi pasti Fahri dkk menunjukkan performa yang luar biasa dengan menyapu bersih empat laga yang dilakoni.
Bukan hanya tim besutan Sunardi yang menjadi korban keganasan klub tersebut, tetapi juga tim dinamit asal OKI Lempuing FC pun harus mengakui ketangguhan Persekeb. Dengan rentetan tiga angka yang diraih itu, membuat kesebelasan yang dibesut Agus tersebut menempati posisi puncak klasemen sementara grup A dengan mengumpulkan 16 angka dari enam partai.
Panasnya persaingan juga dirasakan paga grup B. Jika di grup neraka ada Persekeb menjadi kejutan, pada pool ini pun mempunyai kesebelasan yang di luar dugaan menunjukkan grafik meningkat yakni Bina Sriwijaya. Dimana dari enam pertandingan yang dilalui belum pernah terkalahkan dan berhasil mengumpulkan 14 point. Tim unggulan sekelas SPC pun saat berjumpa Apri dkk, dipaksa bermain sama kuat 1-1.
Semula tim ini sendiri tidak begitu diperhitungkan akan kekuatannya, karena memang materi pemain dari kesebelasan tersebut mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. Namun, dengan penampilan menawannya membuat Bina Sriwijaya menjadi kekuatan baru di grup B dan digadang-gadang akan menjadi kandidat kuat calon juara SSL.
"Begitulah sepakbola, kita tidak bisa perkirakan suatu tim itu lemah atau tidak jika belum melihat penampilannya. Performa memukau yang ditunjukkan oleh tim-tim di SSL membuktikan bahwa betapa sengitnya kompetisi ini," ujar direktur pertandingan SSL, Rasyid Irfandi, Kepada Sripoku.com, Senin (15/09/2014)