Waspada! Jalinteng Bailangu Rawan Longsor

Selain terancam longsor, di sepanjang jalan juga tidak dilengkapi dengan rambu-rambu atau peringatan, seperti pagar pengaman jalan.

Waspada! Jalinteng Bailangu Rawan Longsor
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Longsor mulai memakan badan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Desa Bailangu Kecamatan Sekayu. Tepian jalan yang longsor di tepi sungai hanya tertutup rerumputan. Foto diambil Minggu (14/9/2014). 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Ancaman keselamatan terus menghantui para pengendara yang melintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng), tepatnya sepanjang jalan antara Desa Baingalu hingga Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba. Jalan yang berada tepat sisi Sungai Musi tersebut saat ini mulai terancam longsor lantaran terus menerus digerus air. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya, bahkan tidak menutup kemungkinan jalan milik negera tersebut akan putus.

Berdasarkan pantauan Sripoku.com di lapangan, Minggu (14/9/2014), tanda-tanda longsor sudah mulai terlihat dibeberapa titik. Diantaranya di Desa Lumpatan II, dimana terdapat bagian pinggir jalan yang sudah mengalami retak-retak, bahkan telah mencapai badan jalan.

Selain terancam longsor, di sepanjang jalan juga tidak dilengkapi dengan rambu-rambu atau peringatan, seperti pagar pengaman jalan. Situasi ini semakin diperparah dengan banyaknya rumput yang menutupi sisi jalan. Hal ini tidak menutup kemungkinan, bagi pengendara kendaraan yang lalai dan tidak waspada dapat langsung masuk sungai.

“Memang harus ekstra hati-hati aa melintas di jalan ini, karena salah satu bagiannya berbatasan langsung dengan bibir sungai, tidak ada pengeman jalan pula. Jadi, kalau lalai sedikit saja, kendaraan kita langsung terun ke sungai,” ujar Syahril, seorang pengendara yang melintas di Jalinteng.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah harus lebih tanggap dengan keadaan ini, jangan haya bertindak atau mengambil langkah setelah jatuh korban atau badan jalan mengalami longsor. “Harus diantisipasi sejak dini, jangan sampai ada korban baru mau pansang pagar pengaman, jangan sampai sudah longsor baru mau dipasang tanggul,” terang dia.

Bupati Muba Pahri Azhari membenarkan bahwa Jalinteng yang berada di sisi Sungai Musi sangat berbahaya bagi para pengendara. Atas dasar itulah, jalan satu-satunya untuk menangani persoalan tersebut adalah melakukan relokasi. “Menjelang kemarau biasanya longsor, kita sudah berusaha mengantisipasi dengan mengirimkan surat permohonan kepada pemerintah dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), untuk dilakukan relokasi,” terang dia.

Menurut orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini, upaya untuk mencegah terjadinya longsor dengan mendirikan turap dan pemasangan pengaman tiak akan menyelesaikan masala, karena akan hancur dan jalan tetap mengalami longsor.

“Jangan sampai jalan dipinggir sungai sangat berbahaya. Kita harapkan pusat melakukan investigasi terhadap jalan tersebut, jika direlokasi kita siap bantu dalam hal pembebasan lahan,” tandas dia.

Penulis: Candra Okta Della
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved