Yang Dihebohkan Suara Dentumannya Lalu Mirip Gambar Bebek
Padahal jaraknya radius bahaya 4 km. Kenapa? Karena kita memang suka heboh
SRIPOKU.COM, YOGYAKARTA - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, meminta agar masyarakat tidak perlu panik dengan kehebohan suara dentuman yang terdengar hingga cukup jauh ataupun besarnya cahaya lava pijar yang terlihat. Pasalnya, sampai saat ini, ancaman bahaya Gunung Slamet tetap berada di radius 4 km dari puncak gunung.
"Sekarang ini lebih banyak kehebohan tentang dentumannya kedengaran sekian kilo, material pijarnya kelihatan 'mbulat-mbulat' (berpijar), tapi bahayanya radius 4 km terus kan," ujar Surono, Sabtu (13/9/2014).
Surono menuturkan, meski heboh dengan terdengarnya suara dentuman keras hingga jarak berapa meter. Cahaya lava pijar yang keluar sangat terang. Namun, radius bahaya erupsinya tidak berubah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik.
"Alam itu kan nyata dan jujur. Kenyataannya bahayanya tidak lebih empat kilometer, tidak lebih dan tidak kurang," ucapnya.
Langkah antisipasi berupa persiapan pengungsian, menurut dia, wajar untuk dilakukan. Namun, Surono menegaskan bahwa untuk mengambil langkah-langkah yang tepat haruslah mempelajari karatakteristiknya.
"Yang dihebohkan, suara dentumannya lalu ada asap bulat mirip gambar bebek, padahal jaraknya radius bahaya 4 km. Kenapa? Karena kita memang suka heboh," tandasnya.