SFC Update
Bakal Terdepak, Subangkit Hanya Bisa Pasrah
Tampaknya jajaran manajemen menginginkan hasil lebih baik pencapain Head Coach Subangkit, yang hanya mampu menempatkan SFC finish di posisi enam besar
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kendati manajemen Sriwijaya FC belum bisa mengumumkan secara resmi hasil evaluasi tim musim ini, tapi tanda-tanda untuk melakukan pergantian pelatih semakin kencang. Tampaknya jajaran manajemen menginginkan hasil lebih baik pencapain Head Coach Subangkit, yang hanya mampu menempatkan SFC finish di posisi enam besar wilayah Barat.
"Kita belum bisa putuskan. Hingga saat ini pelatih kita (SFC) masih Subangkit. Usai RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) baru kita umumkan siapa pelatih musim depan," katanya ketika dihubungi Sripoku.com, Rabu (10/9/2014).
Kendati demikian sinyal-sinyal untuk merumahkan Subangkit itu, muncul dari pernyataan Robert yang masih mrahasiakan kriteria pelatih SFC musim depan. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemrov Sumsel ini seolah tidak ingin menyinggung perasaan pelatih saat ini, yang kemungkinan besar tidak sesuai dengan kriteria atau parameter pelatih yang dimaksud.
"Kriteria pelatih musim depan sudah kita tetapkan, tapi belum bisa kita sebut. Sebab, kalau disebut sekarang (kriteria itu) akan mengevaluasi kepelatihan sekarang," paparnya.
Terpisah, Head Coach Subangkit sendiri menyatakan sudah pasrah akan nasibnya bersama SFC musim depan. Dia siap menerima apapun keputusan dari manajemen dan tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Namun pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur itu siap jika manajemen masih memberi kepercayaan padanya.
"Saya siap jika masih dipercaya, tapi kalau diputus saya belum memikirkan mau mencari klub mana. Saya belum berpikir jauh ke sana," ucapnya.
Subangkit sendiri enggan terlalu mencari-cari alasan mengenai kegagalan timnya itu. Namun nyatanya kegagalan SFC musim ini selain akibat dihantui badai cedera, skuad SFC juga baru terbentuk setelah melakukan perombakan total. Kemudian, tim juga baru melakukan persiapan sekitar dua bulan sebelum kompetisi ISL bergulir dan itupun tidak diikuti seluruh pemain secara serentak, karena memang hingga kompetisi bergulir timnya masih melakukan perekutan pemain.
"Ini jelas tidak baik untuk membentuk tim yang kuat, karena antar pemain belum menemukan pola permainan dan kerjasama yang diinginkan. Terlepas dari itu semua, saya tetap bersyukur karena tim tetap bisa bertahan di papan tengah," ucap eks Pelatih Persema Malang itu. (das)