Wilayah Suban IV Kembali Bergejolak

Tidak sejengkal pun tanah milik Kecamatan Rawas Ilir di wilayah Desa Ketapat Bening bisa dicaplok oleh Pemkab Muba

Wilayah Suban IV Kembali Bergejolak
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Bupati Muba, H Pahri Azhari

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Sengketa wilayah Suban IV antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan Musirawas Utara (Muratara) terus bergejolak, setelah ditetapkan oleh Mendagri dengan mengelurakan Permendagri no 50 tahun 2014 tersebut, wilayah Suan IV disahkan kembali dan menjadi wilayah Muba.

Kepala Desa (Kades) Ketapang Bening dengan puluhan warganya mencabut plang milik Pemkab Muba yang dipasang di Desa Ketapang Bening Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara tepatnya di dusun II dan IV.

Terkait pencabutan plang tersebut Bupati Muba Pahri Azhari mengatakan, apa yang dilakukan oleh sejumlah orang tersebut merupakan bentuk provokasi.

"Saat ini kita berpedoman dengan Permendagri no 50 tahun 2014 yang ditetapkan Mendagri, karena itu kita boleh terpancing kita serahkan saja dengan aturan yang ada," ujar Pahri.

“Saat disahkan Permendagri tersebut, Mendagri telah menyatakan bagi pihak yang tidak setuju dengan keputusan tersebut silahkan mengajukan keberatan Mahkamah Agung (MA),” tegas Pahri usai meresmikan Masjid Al Ashri di Sekayu, Senin (8/9/2014).

Dijelaskan Pahri, pihaknya telah melalui proses yang sangat panjang, semua tahapan sudah dilalui. Jika kembali lagi turun lagi namanya mundur ke belakang. Prosedurnya sudah jelas, jika tidak setuju selayaknya Muratara mengajukan keberatan, bukan dengan melakukan tindakan yang dapat memicu konflik horizontal.

"Untuk itu kita jangan terpancing, kita diam saja karena jelas sudah ada aturan yang mengikat. Apalgi warga Suban IV adalah saudara kita, kita jangan mau di adu oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tambah Pahri

“Ini adalah ada sejumlah masyarakat yang mencoba membuat keruh kembali suasana, kita ikuti saja aturan yang ada, biarkan Mendagri yang menyelesakan dan kita harap cepat selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi pencabutan plang milik Pemkab Muba yang dipasang oleh Dinas kehutannya, oleh sejumlah masyarkat Ketapang merupakan bukti protes keras dari mereka lantaran tidak terima kawasannya masuk dalam Kabupaten Muba.

Pencabutan sendiri dilakukan oleh Kedes Ketapang bening, Kecamatan Rawas Ilir, bersama warganya dan juga anggota Persatuan Pemuda Rawas Ilir (PPRI) Minggu (7/9) sekitar pukul 14,30 Wib.

Kades Ketapat Bening Firsa Lakoni mengatakan, pihaknya melakukan pencabutan plang yang dipasang dinas kehutanan Pemkab Muba. Yang mana sebelumnya hal yang serupa dilakukan oleh kades BM II di dusun V dan IV.

"Tidak sejengkal pun tanah milik Kecamatan Rawas Ilir di wilayah Desa Ketapat Bening bisa dicaplok oleh Pemkab Muba, meskipun nyawa taruhannya karena secara turun temurun wilayah ini milik kita," katanya.

Tags
Muba
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved