Kabut Asap Kepung Palembang di Sore Hari

Kabut asap tak kunjung hilang dari pandangan warga Kota Palembang dan membuat langit menjadi kelam ketika menuju petang.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dampak kebakaran hutan dan lahan di Sumsel semakin mengganggu aktivitas. Kabut asap yang semula muncul di pagi hari kini bertambah parah. Pada Minggu sore (7/9/2014), kabut asap tak kunjung hilang dari pandangan warga Kota Palembang dan membuat langit menjadi kelam ketika menuju petang.

Ardiansyah, warga Jalan Siaran Sako Palembang mengatakan, asap telah menyelimuti Kota Palembang sejak pagi hari. Meski sempat berkurang menjelang siang, namun kabut dari kebakaran hutan dan lahan itu makin mengaburkan pandangan saat memasuki sore hari. Menurutnya, asap sudah membahayakan banyak orang.

"Mata jadi perih dan berair. Bernafas pun jadi sesak. Pakai masker pun tak mungkin lagi, tetap saja terhirup. Kita tak bisa berbuat banyak, cuma bisa tutup rumah dan hidupkan kipas terus-terus. Kasihan dengan anak-anak merasakan bahaya asap ini," ujarnya kepada Sripoku.com.

Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang memang sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Hanya saja, kemunculannya pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari. Baru lah kemarin asap semakin menebal, jarak pandang pengendara pun berkurang. "Aktivitas jadi terganggu. Yang lebih parah kondisi kesehatan kita terancam kalau begini terus. Pemerintah harus berbuat sesuatu, memikirkan jangan sampai ada kejadian seperti ini baru tanggap. Harusnya bisa dicegah hal-hal yang merugikan dan membahayakan masyarakat seperti ini," sebut Angga, warga Jalan Sosial Km 5 Palembang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Lesty Nurainy menuturkan, pihaknya bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang masih mengukur kualitas udara di Kota Palembang setelah tercemar asap dari kebakaran hutan dan lahan. Namun hasil pengukuran baru akan diketahui hari ini.

"Kalau melihat dari kondisi asapnya memang membahayakan. Namun tingkat bahayanya baru akan kita ketahui besok (Hari ini-red). Untuk saat ini masyarakat tetap waspada, karena asap tebal bisa buat mata iritasi. Bila masuk ke tenggorokkan dalam jumlah banyak dan waktu lama menyebabkan ISPA. Apalagi buat orang yang berpenyakit paru-paru atau bronchitis," kata Lesty. (mg5)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved