Telepon dan SMS Bekas Pacarnya 21.807 Kali, Pria Prancis Dipenjara

Panggilan telepon itu terus terjadi, rata-rata lebih dari 73 kali sehari.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, LYON -- Seorang pria Prancis berusia 33 tahun dijebloskan ke penjara, Kamis (4/9/2014), setelah menelepon dan mengirim pesan pendek (SMS) kepada mantan pacarnya sebanyak 21.807 kali. Pria itu mengakui bahwa, setelah melihat lagi ke belakang, "aksinya itu bodoh".

Terdakwa yang tidak disebutkan namanya, yang telah menelepon demi menuntut perempuan mantan pacarnya berterima kasih padanya karena memperbaiki flat mereka, dijatuhi hukuman 10 bulan, tetapi mendapat penangguhan enam bulan, dan denda 1.000 euro. Dia juga harus menjalani perawatan kejiwaan dan dilarang untuk melakukan kontak apapun dengan perempuan yang telah diganggunya itu, kata pengacara kasus itu kepada AFP.

Terdakwa, yang berasal dari Rhone di Perancis selatan, telah bertanggung atas serangkaian panggilan telepon dan pesan teks selama periode 10 bulan, dan sebelumnya telah menerima permintaan untuk berhenti mengontak mantan pacarnya itu.

Dia sudah pernah dirawat di rumah sakit karena depresi, dan berjuang untuk mengatasi hal itu ketika pacarnya memutuskan hubungan mereka pada 2011. Dia menuntut kompensasi atas pekerjaan yang telah dia dilakukan di apartemen mereka.

"Ketika itu, logika saya adalah bahwa hingga dia mengembalikan uang ... atau setidaknya mengucapkan terima kasih, saya tidak akan berhenti menelepon," katanya kepada pengadilan di Lyon.

Panggilan telepon itu terus terjadi, rata-rata lebih dari 73 kali sehari.

"Perempuan itu mencoba untuk menutup saluran teleponnya, tetapi pria itu menelepon orangtuanya dan tempat kerjanya," kata Manuella Spee, pengacara korban. Perempuan itu seorang guru berusia 32 tahun yang juga tidak disebutkan namanya.

Baru ketika perempuan itu akhirnya bilang terima kasih, dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh seorang penengah, gangguan itu berhenti. Pria tersebut tidak menghubungi sejak itu.

"Saya berkata pada diri sendiri, dengan melihat lagi ke belakang, bahwa itu bodoh," katanya kepada pengadilan pada hari Kamis.

Ia mengatakan, ia ingin kembali ke sekolah untuk belajar menjadi seorang legal assistant, dan menambahkan bahwa dirinya punya "minat besar untuk menulis".

Sumber: Tribunnews
Tags
Prancis
SMS
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved